Terjebak dalam Tipu Daya
Dia dengan lembut menekan tubuhku yang semula kutopang dengan tangan, membuatku perlahan kembali terbaring.
"Baju terlalu membatasi gerakan saya saat memijat. Jangan khawatir, cukup pejamkan mata dan nikmati saja."
Sambil berkata begitu, tangannya tetap lincah bergerak.
Setiap gerakan penuh dengan godaan.
Hembusan napasnya mengenai kulitku, menimbulkan rasa kesemutan yang menjalar.
"Belum pernah saya lihat pinggang seramping ini di usia Nona Sarah, sungguh sempurna." Henry memegang pinggangku, lalu meremasnya pelan sambil berbicara.