Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Menerjang badai menembus awan Mendaki gunung menyelami lautan Mengikis dendam serta kebencian Kaki melangkah menuruti hati Lembah hitam akan kususuri Tebing tinggi harus kudaki Bersama tombak matahari. Surya Yudha tersentak, bayangan seorang pemuda yang sedang menggenggam tombak matahari berdiri memunggunginya. Aura tiran menguar dari dalam tubuhnya dan menyebar ke segala arah. Mata tombak matahari berpendar, cahaya keemasan yang terpancar dari mata tombak tersebut jauh lebih terang dibanding saat berada di tangannya.
928.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 672 Beses bilang merangkul pundak
Ipakita ang mga Review (25)
Read
+Library
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Basahin ang Lahat ng Review
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

Pria itu kembali merangkul pundak Askara dan kali ini menepuknya dengan keras. "Itulah gunanya konsentrasi dan fokus."
1019.5K viewsOn holdIdinagdag sa Library 778 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

Tombak Siung Sardula tergeletak di tanah. Lodra Dahana memandang sedih pada adiknya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Kentar Dahana sudah memetik buah dari pohon yang ditanam. Pohon yang baik berbuah kebaikan, pohon yang buruk berbuah malapetaka. Pendekar muda berkumis melintang itu mengambil Tombak Sakti Siung Sardula. Dia menatap kepada sepuluh anak buah Jatalangking.
1018.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 715 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Di setiap anak tangga, bulu kuduknya meremang. “Baru fantasi saja sudah sebegitunya… bagaimana kalau asli” “Aduh…” gumamnya lirih sambil meringkuk bahunya sendiri, berusaha menepis rasa tidak nyaman yang merayap di kulitnya. Baru juga hendak melangkah naik lagi, tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan kasar ke sisi tangga. Tubuhnya terhantam pegangan tangga.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 100 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Benar saja, tiga puncak gunung merah tampak di kejauhan. Meskipun semua orang penasaran, mereka tidak menuruti pengingat Murong Qingshu. (Alamat baru:.xin)
108.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 215 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

[Tombak Penembus Dunia: Rhongomyniad] “Menempa tombak yang dalam legenda tua dikatakan bisa menembus dunia untuk memadamkan api yang akan mengembalikan dunia dalam kesatuan ... kau memang genius, Muramasa ...!!” puji Gadjah Mada sembari meraih Rhongomyniad buatan Muramasa.
10559 viewsOngoingIdinagdag sa Library 16 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
Kesatria Garuda

Kesatria Garuda

Angin dingin berdesir di puncak pegunungan ketika Ardian, Sita, dan Raka turun dari Puncak Langit, membawa Tombak Langit yang bersinar dengan kekuatan suci. Cahaya keemasan dari tombak itu menerangi jalur berbatu yang mereka lalui. Ki Jaga Samudra berjalan di depan mereka, sesekali menatap langit yang semakin gelap.
1.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 41 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
Terperangkap dalam Pelukan Terlarang

Terperangkap dalam Pelukan Terlarang

“Ke-keluarkan, sa-saya mohon Tuan Muda.” “Ahh, aku mengerti. Kau tidak puas dengan jariku, karena itu....!” Bruk! Valiant membalik tubuh Ateera hingga menghadap dinding. Dia lalu mengangkat satu kaki Ateera, hingga membuat wanita itu terkejut. “Tuan Muda, akhhh!” desahnya keras, ketika Valiant memasukkan miliknya itu ke dalam milik Ateera. Pria itu lalu menyentuh bibir Ateera, membukanya paksa dan memasukkan jarinya ke dalam.
735 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Wuri menyerahkan kacamata itu kepada Awan, Awan menerimanya dan langsung memakainya. “Begitu mudah Jenn hamil.” Ucap Wuri pelan. Tenggorokannya sudah tebal, menahan tangis yang tidak ingin ia tunjukkan. Awan menggeser duduknya, mendekatkan tubuhnya ke Wuri. Awan menarik Wuri masuk ke dalam pelukannya. Sudah sering Awan melakukan ini kepada Wuri. Hanya pelukan yang dapat mendamaikan Wuri. Tidak bisa dipungkiri, perasaan dengki terkadang kerap muncul saat ada seorang teman yang meminta datang dalam kebahagiaannya.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang merangkul pundak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status