Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Suara kekacauan bisa terdengar ketika pedang Frank sepanjang tiga kaki bertabrakan dengan senjata kedua murid Paviliun Tengkorak. Pria berjanggut itu mengayunkan kapaknya dan nyala api menyembur seperti lava dari kapak. Ketika Kapak Penghancur Gunung menebas, ia membawa energi panas yang merusak udara di sekitarnya. Alis Fane berkerut, perhatiannya 100% untuk membuat jarak antara dia dan kapak tersebut. Meskipun dia tidak lemah, dia juga tahu bahwa dia bukan tandingan pria berjanggut itu, yang mungkin berada di peringkat teratas Paviliun Tengkorak.
9.17.0M viewsCompletedAdded to Library 173.8K Times as merangkul pundak
Show Reviews (2320)
Read
+Library
Feeryal Faris
novel yang menarik tetapi entah kenapa penulis gagal meneruskan jalan ceritanya. sepatutnya jika perlu menamatkan ceritanya, harus diakhiri dengan kembalinya watak utama kepada keluarganya. persoalannya sekarang bagaimana situasi ahli keluarga watak utama terutamanya isteri dan anaknya??
Adriell Stanley
jalan cerita sangat baik cuma bab tamatnya sangat tak masuk akal...banyak persoalan² tak dapat di jawab di bab akhir.sangat kecewa tamat begitu saja.sekurang²nya biar la si fane merasa kebahagian yang tak terbatas diatas kepenatannya menuju ke pejuang no satu .
Read All Reviews
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

“AKU JUGA! AKU JUGA! OOOH! OOH.. OOH OUUUUUH! UUUUUNGGGGH!” Sepasang insan itu menyambut puncak kenikmatan dengan saling melumat. Puncak kenikmatan keduanya datang bagaikan ledakan gunung berapi yang memenuhi rahim Indira! Disusul guguran awan panas yang bergerak mendekat dengan cepat seiring dekatnya langkah sang ayah!
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as merangkul pundak
Read
+Library
Luka yang Terpendam

Luka yang Terpendam

Dipegangnya kedua pundak gadis itu dari belakang sambil berbisik, “Terima kasih sudah memaafkan mamaku, Sica. Aku sungguh berhutang budi padamu….” Sang gadis tersenyum sambil menepuk-nepuk tangan sang pemuda yang melekat pada bahunya. Wanda yang menyaksikan kedua insan itu begitu dekat tampak terharu. Dengan susah payah ia berusaha berbicara kembali, “Hikaaa…, haga Hohi….”
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 432 Times as merangkul pundak
Read
+Library
Belenggu Membara Sang Penguasa

Belenggu Membara Sang Penguasa

Setiap tarikan nafas terasa begitu berat, seolah udara pun ragu masuk ke paru-parunya. Ingatan Livia melayang tanpa izin. Tangan Raka yang hangat saat pertama kali menggenggam jemarinya. Cara pria itu selalu berdiri sedikit di depannya, seolah dunia akan lebih aman kalau ia jadi tameng. Tawa kecilnya ketika Livia terlalu serius. Tatapannya... selalu percaya, selalu terbuka. "Kamu terlalu keras sama diri sendiri," kata Raka dulu. "Nggak semua perang harus kamu menangkan sendirian."
799 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as merangkul pundak
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Perkemahan Panglima Jentra Kenanga, Poh Pitu Gagak Ruma mendarat di puncak beringin tua yang menjulang angkuh di dekat perkemahan utama. Sebuah pendar energi keunguan melingkupinya, dan dalam sekejap, gagak raksasa itu menyusut, memudar, kemudian terganti dengan sosok Tumenggung Rukma. Ia mengatur napasnya yang memburu, mengusap bekas keringat dingin di pelipis, dan memaksa kembali ekspresi wajahnya menjadi dingin, fokus, seolah semalam suntuk hanya berhadapan dengan tumpukan laporan intelijen. Sebuah tantangan tersendiri untuk menampilkan raut sedatar cucian kering di pagi yang teramat romantis itu.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as merangkul pundak
Read
+Library
Perempuan yang Merengkuh Tabah

Perempuan yang Merengkuh Tabah

Ayah mengajarinya buat mandiri dan tidak pernah bergantung pada orang lain. Sehingga di mata Petrus dan teman-teman nya yang lain, Bunga memiliki daya tarik tersendiri yang membuat mereka semakin penasaran dengan sosok gadis berkerudung itu. Gadis yang terkesan angkuh dan tidak butuh bantuan siapa pun itu mampu membuat Petrus yang memiliki wajah rupawan khas bangsawan Jawa yang belum pernah jatuh cinta jadi mabuk kepayang. Pemuda dengan kulit langsat berhidung Bangir dan bertubuh semampai itu benar-benar lupa bahwa ada batasan yang mungkin tidak akan mampu dilewatinya dengan mudah.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as merangkul pundak
Read
+Library
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Elang langsung mengarahkan tubuh Dinara agar duduk tepat di atas pusakanya. Dinara bergerak perlahan, mengatur posisi duduknya di atas pangkuan Elang agar kandungannya tetap aman dan nyaman. Begitu posisi mereka selaras, Elang mendorong pinggulnya perlahan. Pusaka besar itu melesak masuk, memenuhi inti keintiman Dinara yang sudah membanjir, disambut oleh desahan nikmat yang keluar bersamaan dari bibir keduanya.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as merangkul pundak
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

bisik pria tua itu Tangan pria itu menunjuk ke arah utara, ke sebuah bukit kecil yang menjulang seperti gundukan bumi yang dipenuhi batu. “Bukit Tengkorak dulunya adalah tempat pertapaan, tapi kini hanya dikenal sebagai sarang Bunggul Balung. Puncaknya... di sana mereka membangun benteng dari kayu dan batu. Tak ada yang berani mendekat lebih dari seratus tombak dari bukit itu.” Dewa Maut mengangguk. Dia meminum kopinya hingga tandas. Rasa pahit kopi itu kini terasa manis di lidahnya, karena dia telah menemukan tujuannya.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as merangkul pundak
Read
+Library
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

tanya Ramandika setelah berada di hadapan Ki Bayu Geni. Ki Bayu Geni mengangkat tangan kanannya lalu meletakkan telapak tangannya di atas pundak Ramandika. "Itu jurus meringankan tubuh, yang biasa disebut dengan jurus Kapuk Hampang," jawab Ki Bayu Geni lirih. "Boleh kau gunakan jurus tersebut jika kau dalam keadaan terdesak oleh musuh," sambungnya. Jurus pamungkas ternyata bukan hanya satu jurus saja, ada sekitar lima jurus yang disebut jurus pamungkas yang malam itu berhasil dipelajari langsung oleh Ramandika.
1032.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as merangkul pundak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status