Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!
Aroma tajam dari minyak angin itu sedikit mengurangi rasa pusingnya, namun tidak mampu mengusir rasa hampa yang tiba-tiba meluap di dalam dadanya.
Reni memeluk lututnya di atas tangga semen, menatap lalu lalang kendaraan di depannya. Di tempat yang asing dan ramai itu, rasa sedih yang luar biasa datang menyergapnya tanpa ampun. Ia merasa begitu kecil, begitu rapuh, dan yang paling menyakitkan. Dia benar benar merasa sangat sendirian di dunia ini. Orang-orang dewasa berjalan melewatinya tanpa menoleh sedikit pun, sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tidak ada yang peduli apakah gadis remaja yang duduk di tangga itu sedang sakit, sedang kelaparan, atau sedang ketakutan.
Hot Chapters