Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PETAKA REUNI

PETAKA REUNI

“Sama aja, Nar. Mereka nggak suka sama aku.” “Sayang ... kok ngambek?” “Kalo gitu, kasih aku alasan buat nunggu kamu.” Akhirnya, kalimat pemungkas itu keluar. "Karena aku nggak mau nunggu sesuatu yang sia-sia." Danar tampak berpikir sebentar. Kemudian, dia menarik napas panjang, dan menatapku serius. “Kita ke Makassar. Aku mau ketemu orang tua kamu.”
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 422 Times as mereka
Read
+Library
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

sapa Hilma "Iya" ucap Mila singkat lalu berpaling ke teman sebangkuya "Eh Mulik temenin aku yu.. gabung sama teman lainnya, aku bete banyak banget teman Mini jadi aku ajak kamu aja" "Ok Mil, kamu jangan cuekkin aku yah? loh awas" jawab Mulik "Masa teman aku, aku cuekkin sih"
4.2K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as mereka
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

"MASS, CEPET BALES MESSAGE INI! PENTING!" "KENAPA? WHAT WOULD HAPPEN?" "AKU PULANG HARI INI." "HAH?! SERIUS?! GAK BERCANDA KAN?!" "Iyalahh mas, masa aku bercanda :)" "Jam berapa kamu dari sana?" "Sekitar jam 11 mungkin mas, dan aku bakal nyampe sore di Inggrisnya." "Ohh I see....oke nanti aku jemput ya di airport."
2.2K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as mereka
Read
+Library
Kita Saling Berbohong

Kita Saling Berbohong

Mobil bermerek Porsche itu menjauh dari pandangan Sharon, bergabung dengan mobil-mobil lainnya yang memadati jalanan. “Sepertinya acaranya baru dimulai, ah aku tidak punya uang.” Niat Sharon setelah sampai di rumah adalah bertemu dengan ranjangnya, menikmati potongan beberapa kue yang lezat ini, serta menonton film yang sempat tertunda karena dirinya mengurusi blog saja beberapa hari terakhir ini. “Sharon!” Langkah Sharon terhenti saat mendengar ada suara yang memanggil namanya, suara yang tidak asing di pendengarannya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as mereka
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

sapaku sambil mendekat. "Oh, Kau, Maen," jawab Pak Abdul seraya mengusap air matanya. Rasanya indah, sejuk, ketika Pak Abdul memanggilku "Maen,". Maen atau parumaen adalah panggilan mertua untuk menantu perempuan. "Kenapa, Pak?" tanyaku seraya duduk di dekatnya. "Gak ada apa-apa, Maen, aku hanya teringat Istri dan anakku, dulu mereka suka menghabiskan waktu mengurus bunga," kata Pak Abdul.
1041.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as mereka
Read
+Library
Bicara

Bicara

Dah kaya artis aja Biantara Lagi di timezone sama Misell Tama gila Hahaha, ke timezone kok sama friendzone. Itu mau main game apa main hati? Wkwkwk🤣🤣 Arya agak waras Astaga tama kok gitu ngomongnya, eh tapi bener sih wkwkw🤣 Tama gila Kasian kena friendzone Arya agak waras Kasian kena friendzone (2)
7.5K viewsOn holdAdded to Library 188 Times as mereka
Read
+Library
Kutandatangani Dosa Mereka

Kutandatangani Dosa Mereka

Aku berjalan cepat menuju lemari, tapi begitu dibuka, isinya sudah penuh dengan pakaian bermerek milik Hanaya. Pakaian aku diserakkan sembarangan ke dalam sebuah koper, lalu dilempar begitu saja di sudut ruangan. "Tiara, jangan begini ... " Ferdi mencoba menggenggam tanganku dan berkata, "Aku tahu ini berat buatmu, tapi ... " Aku mengibaskan tangannya, saat hendak menarik koper dan pergi, notifikasi mendadak muncul di layar ponsel.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as mereka
Read
+Library
Kita yang Menjadi Kita

Kita yang Menjadi Kita

Ia bukan pria sembarangan. “Salam kenal, aku Rena Martin. Senang berkenalan denganmu.” Rena menawarkan sebuah jabatan tangan. Setidaknya ia harus terlihat baik agar tidak mempermalukan ibu dan kakak angkatnya. “Luke Armstrong. Aku juga senang berkenalan denganmu.” Luke membalas jabatan tangannya dan memberikan sebuah senyuman. Senyuman itu terlihat cukup tulus.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as mereka
Read
+Library
Kerayon patah

Kerayon patah

ujar pria itu Oh iya hampir lupa, perkenalkan saya niki ardana, salah satu tim paruh waktu, mangkanya kalian pasti jarang lihat saya " ujar niki yang muai akrab dengan mereka, karna pembawaan mereka berdua sangat ramah dan menyenangkan, jadi itu sebabnya orang orang berbicara bersama mereka merasa nyaman dan pasti mudah akrab Oh begitu, pantas saja kita nyaris belum pernah bertemu, perkenalkan saya muhammad amar, dan ini arfan, kami pegawai disini " ujar amar masih dengan senyum ramahnya
104.4K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as mereka
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status