MARNI
Dia menyeringai dengan mata yang hitam legam, jarak yang cukup jauh untuk menjangkau Marni yang masih duduk di ambenan kayu, berlapiskan tikar anyam.
Dengan cepat mendekat secara tiba-tiba tepat di hadapan Marni, dengan d a r a h segar keluar dari mulut, yang sedikit terbuka berbau anyir.
Marni terlonjak, kaget.
"Ibu ... !!!"
Marni kembali pingsan.
________
Kamar berukuran luas itu sengaja ia buat dua ruangan. Kamar yang begitu mistis, sedikit redup dan berbau anyir namun terkadang pula wangi semerbak aroma bunga kantil juga melati.
Bab Populer