Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku
"Aku bicara sekarang, Maisa. Aku di sini. Tepat di depan matamu. Aku hanya butuh kau merasakan kehadiranku, bukan melihatku dengan matamu. Jangan meminta pada langit untuk kesembuhanku, karena langit sedang menghukumku. Mintalah pada hatimu untuk tetap kuat, karena hanya doa darimu yang menahanku agar tidak pergi terlalu jauh ke alam sana."
Jiwa Bima terus bicara, suaranya mulai bergetar. "Maafkan aku... karena perbedaan dimensi ini membuatku hanya bisa mencintaimu dalam sunyi. Aku adalah Batara yang malang. Memiliki seluruh keabadian, tapi tak mampu mengusap satu tetes air matamu saja."
Merasakan ada embusan angin dingin yang tidak biasa lewat di tengkuknya, Maisa mendadak mendongak. "Bim
인기 회차