Rawon Daging Ayah Mertua
kilahku, aku harus bersikap biasa saja, agar ibu mertuaku tidak menaruh curiga padaku.
"Lalu, kemana dia, pergi? sampai jam segini, belum pulang juga ke rumah, mana hujan lagi, dasar bandot tua!" Gerutu Ibu, sambil ngeluyur pergi dari halaman rumahku.
'Dasar, mertua tak ada akhlak. Gak suaminya, gak istrinya sama-sama tidak bisa menghargai aku sebagai menantu, tak ada salam atau apapun yang dia ucapkan, tak ubahnya seperti ayam saja,' gerutuku, menutup kembali pintu lalu menguncinya rapat.