Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEBENARNYA AKU KAYA

SEBENARNYA AKU KAYA

Dan hal itu, terungkap tanda sadar dari ucapan si ibu mertua saat itu. Kemarahan si menantu ternyata dipicu karena keluarga suaminya itu menghina ayahnya yang datang ke rumah mereka. Bagi si perempuan muda, ia tak masalah jika dirinya yang dihina, tapi ia tak rela jika cinta pertamanya diperlakukan buruk oleh orang lain.
1015.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 542 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
DI BALIK PERUBAHAN ISTRIKU

DI BALIK PERUBAHAN ISTRIKU

Terjadilah peristiwa saling lirik. "Apa kalian pikir semua mertua jahat dan suami tidak peka?" Mama mulai emosi. "Coba tanya hati nurani kalian, apa semua mertua itu jahat seperti apa yang kalian pikirkan?" "Jangan pernah egois menjadi wanita. Kalian juga akan menjadi seorang mertua. Jangan pernah mengalahkan ia hanya karena menantunya tidak gemuk dan terlihat tidak bahagia." ucap Mama lagi.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Mulai Berubah

Ketika Istri Mulai Berubah

"Ada alasan aku berbuat seperti itu.' "Tidak usah banyak alasan. Apapun itu, tidak seharusnya kamu berbuat seperti itu pada keluargamu. ingat, Dara. Suamimu sudah menceritakan semuanya padaku, dalam kesimpulannya kamu itu yang terlalu baper dan seperti anak kecil," ketus sang Ibu mertua. Mungkin ini adalah kemarahan pertama yang ia tunjukkan pada menantunya, sebab selama ini ia cukup diam karena memang tak ada kesalahan yang berarti dari sang menantu. "Jika suatu saat terjadi sama ibumu, aku harap kamu tidak akan menyesalinya," ketus sang mertua sambil meninggalkan menantunya sendiri.
1.593.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Suamiku Lebih Memilih Pelakor

Suamiku Lebih Memilih Pelakor

"Bu, Mas Irwan belum pulang?" sapaku ketika melihat ibu mertua yang baru saja keluar dari kamarnya. "Kalau gak ada di rumah berarti ya, belum pulang," jawabnya enteng. "Lagian suami mana yang betah punya istri gak bisa ngurus diri. Sudah di kasih uang belanja rutin tapi gak bisa ngurus diri." Lagi kata-kata pahit dan pedas keluar dari mulut ibu mertuaku. Perempuan yang sudah aku anggap seperti ibu kandung sendiri tanpa aku bedakan. Bahkan jika dibandingkan dengan anak perempuannya, justru aku yang lebih perhatian untuk mengurangi dirinya. Sakit dan perih mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya itu. Bukannya memberikan ketenangan pada hari menantu justru ia malah menaburkan garam pada luk
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Istri Baru untuk Suamiku

Istri Baru untuk Suamiku

Hingga akhirnya Ira melanjutkan lagi, "Dan bagaimana dengan ibu mertuaku? beliau selalu menyalahkanku, Rin. Selalu. Aku tahu ibu kecewa karena aku belum bisa memberinya cucu. Tapi apa itu semua kesalahanku?" Karin menggenggam tangan Ira lebih erat. "Ibu mertuamu memang agak sulit, Ra. Aku tidak menyangkal itu. Tapi beliau bertindak begitu pasti bukan karena membencimu. Beliau hanya ... memiliki harapan yang terlalu tinggi." Ira tertawa pahit, "Harapan? Lebih tepatnya tuntutan. Ibu mertua bahkan pernah mengatakan secara langsung bahwa keluarga mereka tidak membutuhkan menantu seperti aku."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Noda Merah Malam Pertama

Noda Merah Malam Pertama

Lelaki itu berusaha mencerna sesuatu hal dibalik kata-kata ibunya. "Bolehkah aku berpikir, jika Mama tanpa sadar sudah iri dengki terhadap menantu mama sendiri? Karena dia tidak mengalami masa-masa penuh perjuangan, saat mama baru menjadi istri papa dan hidup bersama dengan mertua?"
9.868.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Pembalasan Rita

Pembalasan Rita

"Ck, kamu ini nggak sabaran sekali. Ini nih yang buat Ibu nggak begitu sreg punya menantu kamu. Sudah susah dibilangin, nggak pernah betah di rumah. Nggak pernah puas dengan gaji suami." Rita mengerutkan dahinya. Rupanya ibu mertuanya mulai melantur. Jelas ia tidak mau keluarga kecilnya diatur. Mertuanya itu terlalu intervensi dalam kehidupan rumah tangganya. Dulu Rita membiarkan karena ia masih beranggapan terlalu muda. Ya, memang karena ia menikah muda dan memaklumi keterlibatan ibu mertuanya dalam rumah tangganya. Namun seiring berjalannya waktu itu mertuanya itu semakin menjadi dan selalu membandingkan dirinya dan menantunya yang lain. "Ibu tahu pasti kalau itu semuanya tidak benar. Baga
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Di Bawah Selimut Mantan Kekasih

Di Bawah Selimut Mantan Kekasih

Mertuanya itu tidak puas dan terus mengomel. "Dasar menantu nggak tahu diri!" umpatnya kesal. "Sekarang kamu lihat sendiri kan? Istri kamu itu kurang ajar. Nggak ada sopan santunnya," ucapnya pada Erik. "Memangnya dia pikir Ibu ini siapa? Pembantu? Orang lain? Lupa kalau Ibu adalah mertuanya?" "Bu, sudahlah. Jangan marah-marah terus," kata Erik.
9.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Lima Puluh Juta untuk Pernikahan Iparku

Lima Puluh Juta untuk Pernikahan Iparku

Sudah biasa juga kok dilalukan seperti ini jauh sebelum kehadiran Santi yang sekarang menjadi menantu kesayangan Ibu mertua. Bedanya, sekarang lebih keterlaluan aja membeda-bedakan nya. Apa aku, iri? Jelas lah. Sebagai manusia normal, aku pasti iri. Tapi itu hanya diawal saja. Semakin kesini, aku jadi semakin biasa saja.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Mbak Rini menjelaskan. “Oooh begitu.....” Mas Yusuf menyomot Khaity dari tangan emaknya. Lalu nimbrung dengan obrolan Ibu dan anak lelaki lainnya. Begitu pandainya suamiku mencoba membaur dengan wanita yang pernah melahirkannya itu, sementara dia cuek terhadap sikap ibu terhadapku. Jujur, kadang aku iri dengan para menantu yang diperlakukan baik oleh mertuanya, mertua yang selayaknya menjadi orang tua, ikhlas akan pernikahan anaknya, dan menyayangi istri dari anak yang sudah dia lahirkan sbeegitu tulusnya. Aku benar-benar iri dengan mertua semacam itu, saking capeknya menghadapi sikap mertuaku sendiri.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 426 kali sebagai mertua yang iri terhadap menantu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status