Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Dekapan Waktu

Dalam Dekapan Waktu

Sayang sekali, tampan dan menawan, tapi gila, pikirku. Dia tak menahan langkahku, tapi apa yang dia katakan selanjutnya membuatku berhenti seketika. "Kau memang tak mengenalku, tapi kau mendatangiku dari waktu yang lain!" teriaknya Aku terdiam. Waktu yang lain? apa dia benar-benar tahu tentang diriku ataukah ini hanya kebetulan semata? kebetulan saja dia merayuku dengan kata-kata 'waktu.'
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu

Shasha,’ Ternyata Shasha yang mengirim pesan untuk Olivia dan mengajaknya untuk hang out bersama. Sungguh waktu yang tepat! ‘Shasha! Tunggu 5 menit! Aku siap-siap dulu, aku juga merindukanmu!’ Olivia pun membalas dengan menerima ajakan sahabatnya itu. Dengan tergesa-gesa, Olivia mendandani dirinya dan segera berangkat dengan mobilnya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Arya juga tidak pernah mengajakku membicarakan topik yang tidak kumengerti agar terlihat unggul. Pokoknya, aku sangat bahagia selama bersamanya. Aku sudah lama tidak merasa sebahagia ini. Kami berlibur hampir satu bulan, lalu kami kembali ke tanah air. Sesampainya di tanah air, Arya langsung pergi rapat ke kantor. Tepat aku mau masuk ke rumah, aku diadang oleh Evan dan Jihan. "Bu, kenapa ponsel ibu nggak aktif terus? Kenapa rumahmu kosong? Tahukah ibu, kami lama sekali mencarimu?" tanya Jihan dengan kesal.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Pesona Gadis Penggoda

Pesona Gadis Penggoda

Satu jam… Dua jam… Tiga jam… Miskha belum juga datang.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Mempelai Wanita yang Tak Diharapkan

Mempelai Wanita yang Tak Diharapkan

Beberapa pasangan dan keluarga tampak menikmati makanan mereka, sementara ia masih menunggu dengan perasaan campur aduk. Pukul 13.00. Masih tak ada tanda-tanda kedatangan Nayara. Dimas mencoba mengingat kembali, apa mungkin Nayara salah mengira waktu atau tempat pertemuan mereka? Namun, ia tidak memiliki nomor kontaknya. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah menunggu dalam ketidakpastian. "Maaf, Bapak. Apakah temannya jadi datang? Atau Bapak mau pesan terlebih dahulu?" Suara pelayan yang sama membuyarkan lamunannya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Hasrat Cinta Sang Pilot

Hasrat Cinta Sang Pilot

“Masih bulan depan, kok. Cuma udah mulai di-arrange sekarang aja, sih. Khawatir kalau-kalau bakalan molor jadi pihak perusahaan udah well-prepared.” Krisna manggut-manggut, mulai memikirkan waktu yang tepat untuk mengajak Yura pergi jalan-jalan. *** Terima kasih sudah mampir dan membaca, ya.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Twogether

Twogether

Tapi masa depan siapa yang tahu? ****
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

"Gue punya seluruh waktu di dunia ini, Eryx. Dan kali ini, nggak akan ada yang bisa menghentikannya." Di balik jendela kedai, matahari pagi merangkak naik semakin tinggi, menyinari kota tahun 2026 yang bergerak maju dengan damai. Untuk pertama kalinya, masa depan mereka bukan lagi sebuah teka-teki yang harus dipecahkan, melainkan sebuah kanvas kosong yang siap mereka lukis bersama.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Bukan Simpanan CEO

Bukan Simpanan CEO

“Kok nggak bilang??” “Kamu nggak pernah nanya,” jawabnya berusaha santai. “Ih, serius. Kita pergi di hari ulang tahun kamu, kenapa nggak bilang? Kapan tepatnya? Hari ini atau besok?” “Ini udah lewat tengah malam.” Yuka tersenyum mengusap puncak kepala Aneth sekilas. “Berarti hari ini?” “Yup.” “Kok nggak kasih tau?”
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 636 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Tak henti ia berucap syukur. Tiba-tiba saja angan Rayi menerawang. Tak lama lagi Ramadan akan segera tiba, seluruh santri dan santriwati akan pulang. Ia berharap Raya akan berpikir sama. Hal indah seketika memenuhi benak tuan muda. Ia menarik sudut bibirnya, membayangkan wajah cantik dan polah menggemaskan Raya yang selalu menggoda. Dadanya mendadak berdegup kencang, ia sudah tak sabar ingin segera berjumpa.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status