Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DITINGGALKAN DI HARI PERNIKAHAN
Baca
+Pustaka
Anak Siapa Ini?

Anak Siapa Ini?

Buru-buru Xia megenyahkan setitik kecil bulir air mata yang lolos dari matanya. “Jadi, Lennon itu siapa? Dia mirip denganmu..” “Lennon bilang aku adalah Papanya, dia datang dari masa depan dengan mesin waktu..” “Mesin waktu? Kau yakin tidak berbohong Mike?” Xia tertawa tetapi sebenarnya juga percaya kemungkinan mesin waktu pasti bisa dibuat tetapi tidak untuk masa sekarang, perjalanan manusia masih jauh. Mikel merenung dan menempelkan dahinya ke punggung Xia. Pelukannya merenggang.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
PRAHARA CINTA PERAWAN TUA

PRAHARA CINTA PERAWAN TUA

"Mahesa sedang ke luar kota. Sebentar lagi saya juga harus pergi arisan." Naima melirik penunjuk waktu yang ada di layar ponselnya, tertera angka 17.15 di sana. Arisan apa yang diadakan sore menjelang malam? Naima menghela napas panjang, dia tahu Asmita berbohong karena tidak ingin dirinya berlama-lama di rumah itu. "Hanya sebentar, Ma."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Teman tapi Khilaf

Teman tapi Khilaf

bohong Gisca. “Astaga. Seharusnya kamu tidur aja. Bahkan aku sendiri nggak bisa memprediksi bakalan nyampe jam berapa.” “Delay-nya ngeselin ya? Aku kira kamu bakalan nyampe jam sepuluh malam.” “Makanya aku sengaja nggak bilang supaya kamu tidur nyenyak. Ternyata kamu malah nungguin.” Saga tak menyangka.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 923 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Tertawan Masa Lalu

Tertawan Masa Lalu

"Udah. Beres. Gue yang atur. Lu tinggal siapin mental. Soal tanggalnya entar kita cocokin kapan kita bisa berangkat bareng." "Tengkyu, Men. Gue nggak tahu gimana harus bales kebaikan lu." "Ga usah dipikirin. Sekarang fokus mikir persiapan lu ngelamar Indana aja. Banyak-banyak berdoa semoga Indana dan orang tuanya hatinya luluh dan mau nerima lu sebagai bagian dari keluarga mereka."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
menjelang waktu maghrib

menjelang waktu maghrib

ucap mbah uti sambil melihat sekeliling, dia nampak mengamati waktu saat ini. " surup masih beberapa saat lagi, kalian berdua lebih baik cepat masuk! "mbah uti sekali lagi memperingatkan imas dan arumi, "iya mbok, kami akan segera masuk, simbok jangan khawatir lagi"ucap imas menyakinkan ibunya, mbah uti hanya manggut-manggut,
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Penyesalan Yang Datang Terlambat

Penyesalan Yang Datang Terlambat

tanya satpam itu dengan rasa ingin tahu, sekadar membuka percakapan dengan gadis tersebut. Ayna menoleh pelan. Raut wajahnya tampak murung. "Paman satpam. Daddy belum datang. Katanya mau menjemput, tapi sampai sekarang belum datang," ucap Ayna lirih. Suaranya terdengar menyedihkan, sekelebat bayangan masa lalu menyerang ingatannya dengan ganas. Sebenarnya ia bisa saja pulang sendiri, namun ia tidak melakukannya karena berpikir Daddy-nya benar-benar akan datang.
715 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

“Elemen waktu tidak memiliki bentuk khusus yang bisa dipelajari, dan biasanya datang dengan bakat. Apa yang kau punya selama ini?” “Tidak ada.” Bree menjawab jujur, karena memang begitu adanya. “Tidak ada? Kau melihat kilasan masa depan atau mimpi-mimpi yang tidak bisa kau mengerti? Tidak, hanya biasa saja.” Pada titik ini, Bree sudah sangat kecewa, karena merasa jika tidak punya harapan lagi. Tapi Ara justru mengangguk.
9.538.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 925 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Takdir Yang Tertunda

Takdir Yang Tertunda

Sore ini. Rintik hujan itu menjadi deras. Dari dalam cafe aku berdiri memperhatikan lalu lalang orang diluar yang mencari tempat berteduh. "Selamat datang di Cafe Coffee kami," terdengar suara Waitres menyambut tamu yang datang. Aku tersenyum melihat seseorang yang datang menghampiriku. Kulirik jam tanganku sudah menunjukkan pukul 17:00. Jam pulang bekerja bagi yang kerja kantoran.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai meski waktu datang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status