Perjanjian Leluhur
Mereka bangkit duduk, pakaian mereka tampak lusuh, sebagian robek, seperti gelandangan.
Melati paling parah. Baju dan kemben robek besar sehingga bukit menjulang terpampang menggoda.
"Kita beruntung jatuh di rerumputan, coba di gunung karang, kayak apa wajah cantikmu."
"Pangeran akan membuangku kalau wajahku hancur?"
"Kalau dibuang, terus siapa yang menyiapkan makanku, mencuci pakaian, bikin teh?"