CALON MERTUAKU
Iya, perusahaan kami bekerja memang beda, tapi ada kerja sama hingga intensitas bertemu semakin sering dan kami berakhir satu ranjang bersama.
Sekarang ada orang lain di sana. Laki-laki juga, mungkin pengganti Bang Angga. Aku perhatikan, eh, dia juga ternyata menatap ke arahku. Lalu aku menundukkan pandangan. Aku nggak mau nanti Om Andi marah besar.
“Cieh, mulai lihat-lihatan. Laku amat jadi janda kembang,” bisik Kimmi di sebelahku.