KEJUTAN SAAT AKU PULANG KAMPUNG
Aku tak mau ya, dikejar-kejar utang, apalagi uangnya yamg pakai itu kamu.
Lama kutunggu balasan, namun lelaki itu hanya membacanya saja. Kucoba menelepon, tapi tak kunjung tersambung. Kubanting ponsel ke atas kasur, lalu merebahkan tubuh.
Kenapa, semuanya begitu rumit dan berantakan? Kuhela napas panjang, hingga terlelap.
--
[Aku mana punya uang banyak begitu? Kamu tahu sendiri Sinta sekarang susah kumintai uang. Itu masalahmu, Zah. Jangan kamu sangkut pautkan denganku. Itu masalahmu.]