Sekretarisku Jilbaber
Damar menghela nafas kuat, ia menekan puntung rokok terakhirnya, entah berapa batang rokok yang ia hisap, terlihat dari puntung rokok yang bertumpuk di asbak.
Kemudian ia merebahkan tubuhnya di sofa tua yang warnanya sudah kusam. Ia benar-benar buntu, tak tau lagi apa yang harus ia lakukan. Tak lama kemudian ia pun tertidur.
Annisa terbangun ketika mendengar suara adzan di mesjid terdekat. Suara adzan membangunkan umat-Nya untuk melakukan kewajiban sebagai muslim.