Suami Adikku, Ayah Anakku
"Mending menghadapi kenangan mantan yang sempat jadi pacar, daripada mantan yang belum sempat dimiliki."
Aku melempar senyum penuh ejekan pada Rahisa. "Sok tahu kamu!"
"Eh, enggak percaya! Kalau belum sempat dimiliki, kemungkinan untuk balikan lagi itu lebih besar, karena si cowoknya masih penasaran."
"Hem, hem. Terserahmu."
Enggak lama setelah kami selesai bergosip, ponselku berdering. Panggilan dari Ibu itu pun segera kujawab.