KUBUAT KAU MENGEMIS CINTAKU
" Mbak, baju seragam yang buat acara nikahanku besok, mana? Kata Mama lagi Kakak setrikain, ya?” Putri adikku muncul dari balik pintu.
“Sudah disimpan di kamar kamu, Put.” Aku menjawab tanpa menoleh ke arahnya. Rasanya setiap mengingat hal ini, sakitnya sampai ke ubun-ubun. Tega-teganya adik kandungku sendiri tidur dengan lelaki yang beberapa minggu lagi akan menikahiku. Lalu, sekarang? Aku harus kuat hati melihat hari bahagia mereka di depan mata. Rasanya, sakitnya tuh di mana-mana.