MENGEJAR CINTA SANG MANTAN
Tak tahu besok.
Kuikuti arahnya berjalan menuju mobil putih yang tergolong mobil mewah itu. Wah, inikan mobil impianku yang sempat ku angankan. Cepat sekali Allah mengabulkan doaku. Ya, walaupun saat ini hanya menumpang, tapi setidaknya aku pernah menaikinya. Mudah-mudahan secepatnya aku bisa mendapatkannya. Aku janji pada diriku sendiri, harus bisa. Akan ku buat malu Bang Umar nanti, kalau perlu ku tabrak saja motor max-max keluaran negara matahari terbit itu dengan mobil baruku nanti, terus kutinggalkan saja dia tergeletak sendiri di pinggir jalan. Hah, rasakan!
Aku tersenyum puas, bahkan batinku sudah terbahak-bahak hanya dengan membayangkannya saja.
Hot Chapters