Luka Seorang Istri
“Orang tua yang seperti apa dulu Dil, kamu gak tahu kehidupanku dan Mia dulu, bagaimana kedua orang tuaku memperlakukan kami? Mereka yang seharusnya dicap durhaka bukan aku.”
Dilra hanya memelukku tanpa berucap apa pun lagi, hanya menahan isaknya agar tak bersuara, mungkin takut di dengar orang lain, bagaimana pun kamar kami bersebelahan dengan rumah orang lain.
“Kamu tahu, mereka cuma sibuk bertengkar, Bapak doyan selingkuh, Ibu cuma sibuk mengejar bapak, sibuk dandan padahal kami belum makan sejak pagi, apa orang tua seperti itu akan membuatku menyesal Dil?”