Obsesi Liar CEO
"Boleh aku peluk kamu?"
Mendengar itu, Marvel lantas merentangkan tangannya lebar-lebar, mempersilahkan gadisnya untuk menghamburkan pelukan di tubuhnya. Tetapi, sesuatu yang ganjil mulai terjadi. Marvel sadar, badan Marvel mulai gemetar. Suara isakan tertahan juga samar-samar terdengar. Pelukan Marvel pada tubuh Marvel sangat erat, jemarinya mencengkram piyama prianya seolah tengah melampiaskan sesuatu yang seharusnya tak dilampiaskan.
"Tidak apa-apa, itu cuma mimpi. Bunga tidur," ujar Marvel menenangkan, masih mengusap lembut punggung Marvel dan sesekali mengecup pucuk kepalanya.
Hot Chapters