Pengabdian Terakhir Seorang Istri
Fandi mengeluarkan isi hatinya, rambutnya sampai diremas saking tak sanggup lagi menahan semua uneg-uneg dalam dada.
Fandi mengepalkan tangannya, “Irena, mari kita bercerai!”
"Aku tak mau bercerai, Mas! Aku tak mau!" Saat itu Irena yang perlahan bangkit dari duduknya menatap sendu wajah pria yang meneteskan air mata.
"Tapi aku ingin bahagia. Aku ingin bahagia, Irena!" pekik sang suami.
"Aku juga ingin bahagia Mas, kita bisa wujudkan itu bersama!" Wanita yang semula memegang perutnya, kini membelai pipi pria yang masih berstatus suaminya.
ตอนยอดนิยม