Yang Kalian Hina Miskin
Matanya melotot seperti ingin menerkam.
“Belum tentu juga, Ma. Mereka selama ini bahkan menurut Ayu adalah para tetangga yang baik, meski mereka semuanya berkarier. Ya kalau gak mau, mungkin bisa dikasih ke ART mereka. Karena ini makanan masih bagus dan fresh. Sebenarnya kalau mama sama Mbak mau, ya gak apa-apa. Tapi kalau dihina kayak gini, sayang banget sih. Mending untuk orang yang mau menerima dengan ikhlas.”
“Cuma makanan begitu doang kok bangga. Buang aja, jangan dibagi-bagi. Memang kamu pikir selezat apa itu, hah? Level sama pembokat sih ya begitu.” Mayang mendecih.
Hot Chapters