Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SENYAWA

SENYAWA

ucapnya lirih, ada setetes air bening yang menggenang di sudut matanya saat ia mengucapkan kalimat tersebut. Varo memang sudah lelah, sudah hampir tiga tahun ia seperti ini. Tak juga ia menemukan apa yang telah kosong di hatinya. Terkadang Zayn juga mengajaknya shalat, tapi tak ia gubris sama sekali. Saat diajak shalat Jum’at, ia hanya bilang “iya” tanpa melangkahkan kakinya ke masjid.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as seldom
Read
+Library
Seadanya

Seadanya

Cibir buk juli Erika melihat ikanbelanjaan yang diambil, lagi - lagi benar kata buk juli mungkin tak akan cukup jika nenek sudah tinggal disini dengan porsi yang sebelumnya. Meski ikannya bisa dibagi tiga itu pasti terlalu kecil jadinya. "Yah ka, nih tambah lagi satu ekor ikannya". Bu ida menambahkan satu potong ikan lagi kebelanjaan erika.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as seldom
Read
+Library
LILY

LILY

Gadis itu masih penasaran dengan keterlambatan Lily. Bukannya tidak percaya dengan sahabatnya itu. Hanya saja tidak biasanya sahabatnya itu bangu terlambat. Bahkan sahabatnya itu susah tidur dan jarang sekali tertidur kembali jika terbangun di tengah malam. Oleh sebab itu, sangat langka sekali sahabatnya itu bangun kesiangan. “Li benar kamu bangun kesiangan?” tanya Rachel dengan wajah penasaran.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as seldom
Read
+Library
Little Secret

Little Secret

Selena mengusap lengan Jack, menarik perhatiannya. "Apakah aku harus membelikan mereka minuman lain? Minuman yang lebih menenangkan, seperti vodka atau wine misalnya. Itu akan terasa lebih masuk akal daripada kopi untuk menemani mereka yang terlihat begitu frustasi," ucap Jack, suaranya berbisik, menunjukkan rasa simpati yang mendalam. Ia pun merasa kasihan melihat dua orang yang sedang berjuang melawan kesedihan dan ketidakadilan.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as seldom
Read
+Library
LEAK

LEAK

Karena ia sudah cukup merasa lelah hari ini. Malam telah menjelang, dengan senyuman sang rembulan yang sedikit meredup. Apalagai saat ini anak jarum jam telah berada di angka 11. Waktu bagi sebagian umat manusia untuk terlelap. Melepaskan penat dan lelah setelah berjibaku menjalankan roda kehidupan.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as seldom
Read
+Library
LEAK

LEAK

*** Jejak kaki : *Simpang = Mampir *Adi tumben, tepuk dini = Wah tumben, ketemu di sini *Astungkara = Ucapan pengharapan *Tyang = Saya *Dadong dagang canang = Nenek penjual canang *Gayatri Mantram = Doa pelindung *Puja Trisandya = Doa pemujaan untuk Tuhan *Sanggah = Tempat persembahyangan untuk kasta biasa
9.916.8K viewsCompletedAdded to Library 622 Times as seldom
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Wajah merah di pipi Rasya tidak bisa disembunyikan. Robby dan Rasya berjalan setelah memarkir sepeda butut Robby. Robby masih saja menggandeng tangan Rasya. "Mungkin aku tidak bisa sering mengajakmu keluar, dan kencan kita mungkin hanya bisa di caffe. Aku belum bisa mengajakmu berkencan di tempat-tempat mewah disini seperti orang pada umumnya." Ucap Robby mencoba memancing Rasya.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 136 Times as seldom
Read
+Library
SUNNY

SUNNY

bahasa gaulnya 'labil'. Papa sibuk dengan perusahaanya. Usaha yang ia rintis sejak menikahi Mama berkembang pesat setiap tahun. Dan punya cabang di beberapa kota. Papa tidak menikah lagi, entahlah aku juga tak tahu. Karena aku tak pernah dekat dengannya. Aku hanya bertemu mungkin satu atau dua kali dalam setahun karena Papa memilih tinggal di kota berbeda, itu yang sering di jadikan alasan 'jauh'. Aku sering berpikir andai Mama masih hidup, apa keluarga ku seperti ini? Apa aku punya keluarga yang harmonis seperti orang lain?
103.6K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as seldom
Read
+Library
Sadena

Sadena

Karena Selin menyukai cowok yang bersih dan pastinya anti rokok. Ditambah menurut Selin, Sadena itu cowok misterius dan penuh teka-teki. Membuat beribu pertanyaan dalam otaknya, tapi yang pengen banget Selin tanyakan itu ini. "Dena, lo kenapa jarang banget sih bareng sama Sadava?" tanya Selin. Sadena melihat pantulan wajah cewek itu dari spion. "Beberapa hari kenal, gue bahkan nggak pernah ketemu sama Dava. Kalian kan kembar. Katanya, orang kembar itu punya ikatan dan naluri yang erat. Gue jadi heran."
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as seldom
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status