Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Another Maze

Another Maze

jelas Hans dengan raut wajah penuh cemas. “Baiklah Tuan, saya mengerti maksud Anda. Sebenarnya, ada yang masih mengganjal di pikiran saya.” “Apa itu?” tanya Hans penasaran. “Saya yakin Anda tidak masalah dengan memecat seluruh pegawai, karena mereka semua belum pernah ada yang mengunjungi sacred room, dan setiap dari mereka yang telah Anda pecat, Anda memberi mereka bolpoin yang di dalamnya terpasang sensor chip penghapus memori ingatan apa pun yang terkait dengan lembaga Mira-Tech. Hanya saja, saya tidak yakin cara seperti itu akan cukup efektif. Lebih baik Anda memberanikan diri menghadapi mereka, tanpa harus terus bersembunyi.” saran Dhea bijak.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as mised
Read
+Library
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as mised
Read
+Library
Lost In Mission

Lost In Mission

seru Max “Tapi aku memecat mereka karena mereka memang melakukan kesalahan, lagipula bagian HDR yang melakukan tugas itu. Apa hubungannya denganku?” “Benar, mereka memang melakukan kesalahan di perusahaanmu. Tapi apa kau tahu bahwa kesalahan itu dilakukan oleh mereka, atau mereka sengaja dikambing hitamkan? Itu masih kami selidiki untuk saat ini. Point lainnya, memang itu bukan urusanmu. Tapi kami menemukan karyawan yang kau pecat semuanya terbunuh beberapa hari mereka dipecat, pihak keluarga yang mencurigai perusahaanmu. Bisa saja nanti mereka akan dihasut oleh orang yang sengaja melakukan pembunuhan itu. Jika penghasut memiliki kuasa yang lebih besar, maka keadaanmu tidak akan aman. Ini ad
2.0K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as mised
Read
+Library
The Mission

The Mission

Leon menekan alarm yang ada ditangannya, dan ya, mobil itu mengeluarkan bunyi 'bip' sebanyak dua kali, pertanda pintu mobil telah unlock. Lula lantas mengedarkan pandangannya keseluruh halaman parkir. Dan benar saja, ternyata mobilnya ada dibalik sebuah mobil sedan hitam. Astaga, yang benar saja! "Sorry, Sir." Lula melenggang setelah mengucapkan kata maafnya. Ya, Lula tak sungkan mengucapkan kata maaf jika dia memang bersalah. Namun Lula tetapla Lula, tak ada hangat-hangatnya dalam berucap maupun berekspresi.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as mised
Read
+Library
FATAMORGANA

FATAMORGANA

Kedua alisnya tampak terangkat ke arad. "Maksud kamu___ "Dokter Melisa diculik seseorang." Seperti tersengat aliran listrik, Keyko seketika melakukan pergerakan. "Kamu jangan bercanda, Aldritch!" Mulut Keyko menggeram berharap pria muda itu bisa sedikit serius menanggapi masalah ini. "Aku serius, Key. Doktet Melisa menghilang. Aku hubungi ponselnya, yang mengangkat seorang laki-laki kemudian ponsel itu dinonaktifkan sekarang."
108.7K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as mised
Read
+Library
Mistake

Mistake

kata adriell menatap map merah milik galang. "besok besok gue mau korupsi di kantor lo , kayaknya lo gak bakalan tau kan lo percaya sama gue". adriell tertawa dia pun langsung mengambil map itu dan membacanya. galang menatap ruangan adriell dengan teliti sampai alhirnya matanya jatuh pada tas hermess di sofa ruangan ini . gak mungkin kan kalau thea ada di sini. saat sedang sibuk dengan pemikiran sendiri tiba tiba saka pintu kamar mandi di ruangan ini pun terbuka . dan muncullah elisa mantan di balik pintu.
8.712.0K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as mised
Read
+Library
MINE

MINE

tanya Adam menatap ruangan gelap itu resah. "Kita cek kalau gitu." Davin mulai menggulung lengan kemejanya dan masuk ke dalam lubang dengan bermodalkan cahaya dari ponselnya. Adam mengumpat dan ikut masuk, "Sial! Aku benci debu!" "Aku tetep di sini, kalian tau kalau aku benci gelap," gumam Kevin pelan. "Ini aku nemu kunci di laci, siapa tau penting." Kevin memberikan kunci itu pada Adam.
1034.7K viewsCompletedAdded to Library 833 Times as mised
Read
+Library
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN 2 “Tunggu, Neng!” Suara pedagang daster itu membuatku terpaksa menoleh lagi. “Kenapa?” tanyaku seraya memasang wajah malas. “Ini kembaliannya, Neng.” “Ambil saja, buat beli obat penyumpal mulut, biar nggak asal bicara dan nyakitin hati orang,” kataku membuat dia dan semua wanita di sana terdiam.
9.48.8K viewsOngoingAdded to Library 298 Times as mised
Read
+Library
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

Aku membalikkan badan, membalas pelukan Mas Rendra dengan begitu erat. Kutumpahkan rasa kesal di hati, kukeluarkan unek-unek yang membuatku lelah sendiri. "Tentang Dania. Sebenarnya dia tidak depresi, Mas. Dia waras, dia bahkan bicara dengan sangat normal. Dia hanya bersandiwara, Mas. Dia sengaja melakukan itu agar dimaklumi perbuatan jahatnya." "Aku percaya padamu, Tsa. Aku sangat percaya. Lalu kita harus apa? Aku jadi serba salah."
1032.0K viewsOngoingAdded to Library 639 Times as mised
Read
+Library
MISTERI PIANO

MISTERI PIANO

Dalam mata sekelam malam itu, terdapat pantulan seorang gadis lain yang sedang berusaha untuk memanggil nama Alma zia, disertai pantulan seorang laki-laki yang terlihat memandang Alma zia serius. “ Pianis dari masa lalu yang terkena kutukan menjadi pianis mimpi buruk & pemegang lagu pengiring kematian. Ivana tidak sepenuhnya mati. Dia akan bangkit apabila seseorang membuka gerbang kehidupan yang sempat tertutup oleh kematian. Hanya satu orang yang bisa membuat Ana benar-benar mati. Teman laki-lakimu yang sudah kubunuh, Ronald si pianis dari masa depan yang terlahir sebagai pianis mimpi indah & pianis pemegang lagu pengiring kehidupan.”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as mised
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status