MENYESAL MENDUAKANMU
Aku menunduk dan terisak.
Tak ada kata. Hanya isakan kami yang terdengar saling bersahutan di ruangan ini. Berharap dengan menangis, sesak ini akan berkurang.
"Aku tahu, kamu pasti semakin membenciku, 'kan?" tanyaku dengan dada yang terasa sesak, "aku tak hanya menyakitimu di masa lalu, tapi juga kembali menyakiti dengan menipumu seperti ini. Maafkan aku, Karin. Maafkan aku," sesalku.