Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKIBAT PELIT PADA ISTRI DAN LEBIH MEMENTINGKAN IBU

AKIBAT PELIT PADA ISTRI DAN LEBIH MEMENTINGKAN IBU

Monika tahu, selama Yuni hamil, wanita itu tidak pernah menggunakan motornya. "Monika, sedang apa kamu? Cepat, masuk! Ibu lapar." "Bu, tahu apa yang sedang aku pikirkan sekarang?" tanya Monika sambil menaiki motor tersebut, menggerakkan secara perlahan. Dona menyipit, dia segera mendekati Monika yang tengah memamerkan senyum jahatnya. "Apa?" *** "Jadi, motor ini laku berapa juta, Pak?" tanya Monika pada pria paruh baya yang tengah memperhatikan body motor tersebut dengan cukup intens.
1030.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
SUAMI TAK TERSENTUH

SUAMI TAK TERSENTUH

Karena menurutnya ia tidak serba bisa lantaran mengendarai motor saja ia tidak bisa walaupun yang diucapkan oleh Rei itu memang ia bisa melakukannya. "Ya, dia emang kagak bisa bawa motor, tapi bisa bawa mobil!" Rei tetap kukuh menyematkan kata serba bisa itu pada Mitha. "Itu karena mobil rodanya ada empat sedangkan motor cuma dua!" bantah Mitha masih tidak setuju dengan kata serba bisa tersebut dan semua yang ada di situ tertawa mendengarnya namun, Mitha tidak peduli, ia segera mengajak Laura untuk ke rumah tetangganya agar rencana memancing cepat terealisasi.
1043.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 964 kali sebagai monyet naik motor berdua
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Muji Firmansyah
aku setuju dengan Laura, bnyk pasangan punya anak tapi karena egois dan tidak saling menghargai pasangan justru pernikahannya tidak bahagia, jadi tidak punya anak bukan patokan tidak bahagia, Allah tahu yg terbaik untuk hambanya, keren ini buku.
Moreno Marcelino
Senpai Himura itu memang penulis yang bisa menjadi contoh baik untuk pembacanya, bukan cuma bisa menulis bijak tapi bisa jadi contoh, buktinya dia tidak pernah bermusuhan dengan mantannya, aku setuju dengan Kenriki dan Laura memotivasi memang, baper aku baca ini buku, sweetnya tidak murahan, real!
Baca Semua Ulasan
Cara Menangani Perselingkuhan

Cara Menangani Perselingkuhan

Dua orang pengawal yang mengendarai sepeda motor sport berkecepatan tinggi berhasil memotong jalur lewat jalan tikus. Mereka kini melaju sejajar dengan mobil Bima. Salah seorang pengendara motor itu berdiri di atas pijakan kaki, mengacungkan sebatang besi pemukul tebal dengan tatapan mata yang menyala buas dibalik kaca helmnya. Prang! "Saifanny, merunduk!" teriak Bima histeris, suaranya pecah beradu dengan gemuruh hujan.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Berandal Misterius Itu Suamiku

Berandal Misterius Itu Suamiku

Berada di sisi Vikram terasa jaih lebih nyaman dan damai dari pada harus berada di dekat Mulan dan Runa. Vikram mengeluarkan motor bebek milik Mones dari garasi, lalu dengan entengnya menungganginya. “Ini motor Mones, Mas,” ucap Viza enggan menaiki motor orang lain tanpa ijin. “Biarkan saja. Kita pakai hanya sebentar.” “Dia pasti akan mengomel kalau motornya dipinjam tanpa ijin.” “Dia suka ngomel ya sama kamu?”
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Goyangan Pohon Beringin

Goyangan Pohon Beringin

“Kalau udah gini, baru tahu rasa. Buruan naik! Bisa nggak?!” Setelah cukup istirahat, mereka naik ke sepeda motor. Adrian tidak tega melihat Wandi pincang-pincang jalan tertatih naik ke atas motor. Dengan pelan motor milik Adrian melaju meski penumpangnya meringis menahan sakit. Dari balik pohon, tampak sepasang mata mengawasi gerak-gerik keduanya. Mata seorang kakek yang sejak tadi mengikuti Adrian dan Wandi semenjak mereka keluar dari area bapalan motor.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama

Broom Broom Broom Suara deru motor di jalanan terdengar mencabik-cabik gendang telinga pasangan bibi dan keponakan di dalam kamar tersebut. Belum sempat Tantri menjawab pertanyaan sang bibi, suara deru motor balap itu kembali mengganggu obrolan mereka. Apa itu motor Banyu? Tantri tanpa sadar melakukan pergerakan aneh di mata Yusti.
9.833.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Falling for Dangerous Man

Falling for Dangerous Man

Keras kepala, egois pula. "Kita naik motor?" Mahira melihat Riga naik ke atas sebuah motor besar. "Naik mobil merepotkan," balas Riga. "Naiklah." Ia mundurkan kuda besi hingga berada tepat di depan si perempuan. Mahira pun naik ke motor itu. Ia menjaga jarak agar tak merosot dan berakhir dengan tubuh yang berdempetan dengan Riga. Jenis motor pria ini yang bagian belakangnya lebih tinggi dari bagian depan.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Montok

Terpikat Janda Montok

Sudah jelas-jelas ia bawa motor, bukan jalan kaki. "[Iya, suamiku sayang]" balas Mira, membuat Haikal langsung mesem-mesem memandang layar ponsel. Setelah selesai membalas pesan, Mira pun bergegas menuju motornya. Sebenarnya Haikal meminta ia diantar sopir jika berangkat mengajar, namun Miranda tidak terbiasa. Ia lebih nyaman menggunakan motor matic kesayangannya. Di kantor
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

Membayangkan berboncengan berdua menyusuri jalanan Sangihe mengembalikan semangat yang sempat hilang. “Kamu yakin?” Satya menatap Lintang setengah takpercaya. “Kamu cepet banget molor kalau naik kendaraan,” ujarnya. Mati-matian Satya menahan tawa demi menjaga agar Lintang tidak kembali muram. “Kalau naik motor, ya, nggak ngantuk, Mas.” Lintang nyengir, meski sebenarnya hatinya malu. Ia memang selalu cepat tidur jika naik moda transportasi selain motor.
10105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Bab70 "Ada apa?" tanyaku heran, melihat Hanung memutar balik kendaraannya. Hanung tidak menyahutku. Nampak Bu Daung berkacak pinggang, melihat ke arah kami dengan tatapan penuh kebencian. Motor Hanung berhenti, tepat di dekat Bu Daung berdiri. "Turun," titah Hanung kepadaku. Melihat ekspresi Hanung yang nampak marah, aku pun turun tanpa suara.
10100.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai monyet naik motor berdua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status