Gagal Menjadi Bulanmu
Rasanya seolah ada pisau yang menusuk jantungnya, menghunjam dalam dan keras, menyisakan jejak darah yang mengucur deras.
Arsen menatap wanita yang berlutut di lantai dengan tatapan merendahkan. Mata hitamnya yang biasanya dalam kini sedingin es dan setajam belati, menusuk tulang, dengan secercah ketidaksabaran yang samar tersembunyi di dasarnya.
"Karena kamu udah tahu sekarang, kamu bisa pergi."
"Mengingat kamu melayaniku dengan baik selama ini, apartemen itu anggap aja hadiah buat kamu. Aku juga bakal transfer 20 miliar, jadi mulai sekarang jangan pernah muncul lagi di depanku."