Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRI KECIL SANG KAISAR

ISTRI KECIL SANG KAISAR

Ia menggandeng tangan Ye Jinjing dengan mesra, dan mereka melangkah pergi bersama, meninggalkan Xiu Jie yang hanya bisa menatap punggung mereka dengan tatapan kosong. **** Tiga hari kemudian, Malam itu datang perlahan, seperti tirai beludru hitam yang ditarik pelan-pelan menutupi langit. Namun gelap tak sepenuhnya berkuasa. Di atas sana, bulan purnama menggantung sempurna—bulat, terang, dan seolah bernafas dalam diam. Cahayanya menumpahkan kilau perak ke seluruh penjuru desa, menyelimuti atap-atap rumah, dedaunan yang bergoyang pelan, dan jalan setapak yang berkelok di antara ladang.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 868 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
Descendant Of Moon Goddess

Descendant Of Moon Goddess

I opened the door gently and walked into the room, closing the door right behind me. "Do you have a message from the moon goddess," he said to me with disgust in his voice. "No," I returned and tried to say something else but he would not give me breathing space to even complete my statement. "So what are you doing here?" He inquired. "Just when I wanted to tell him that... I came to say hi," I stuttered. Then, the door parted open and Luna walked in. I noticed that immediately I saw her face, my mood went sour immediately and my face disappeared under a hateful glare.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
SUN TO YOUR NIGHT

SUN TO YOUR NIGHT

Dia berdiri di hadapan Sun, dalam kamar yang tidak terlalu diterangi lampu—tubuh kecil Noah seakan bersinar diterpa binar sang rembulan. Itu kesan yang indah di mata Sun, setidaknya sebelum Noah membuka pakaiannya dan membuat Sun seketika membulatkan mata. Sun membisu, lidahnya kelu. Dia seakan kehilangan segala jenis kata yang tersimpan dalam otaknya, dan hanya raut terkejut yang menjadi caranya menunjukkan rasa.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Dengan tatapan lekat, ia memohon supaya tuan muda selalu menjaga ibunya tercinta. Malam kian larut. Namun, Rayi masih belum dapat memejamkan mata. Ia pun memutuskan keluar kamar. Menatap langit gelap luas tanpa batas, mengagumi keindahan yang Allah berikan. Tak ada seorang pun berlalu lalang. Hanya suara jangkrik dan binatang malam yang terdengar nyaring bersahutan.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
Shewolf

Shewolf

Tak ayal, pemuda yang menanyakan suatu hal padanya tersebut langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah spontan kakaknya. “Ya Tuhan, Vian! Bulan masih terbit dari timur dan hari ini tidak ada fenomena Super Blood Moon, Super Moon, Blue Moon, Red Moon, atau apalah itu. Tapi mengapa tiba-tiba kau menanyakan tentang mate padaku?” Gadis itu langsung mencerca dengan ocehannya tentang bulan dan mendekatkan wajahnya ke arah pemuda itu. Merasa jarak mereka terlalu dekat, pemuda itu sedikit memundurkan wajahnya.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
The Beauty & The Monster

The Beauty & The Monster

Nara berjalan kembali ke dalam setelah menyalakan api di luar. "Kau baik-baik saja?" Ia membantu Moa berjalan ke luar dan mendudukkannya di bawah pohon. "Hm." "Udaranya dingin, dan bulan bersinar sangat terang." Nara menengadahkan kepalanya ke atas dan menatap bulan yang ada di atas sana. "Sekarang sedang purnama, jadi untuk beberapa hari kau tidak akan bisa pergi--" Kalimat Nara terputus saat gadis itu menatap rambut Moa yang berubah menjadi putih.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Teriakan putus asa. Wanita itu seolah tidak tahu siapa Xin Yue. Ia sama sekali tidak menoleh pada Jue Xin. Lalu Feng Xin menunjuk ke langit. "Lihat itu! Bulan sudah purnama." Anehnya, ada pemandangan tidak biasa pada bulan purnama yang baru terbit itu. Ada guratan merah menyala mengelilingi si bulan. Jue Xin dapat melihatnya dengan jelas. "I, itu Naga Api?"
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
You Are My Moon

You Are My Moon

Wajar saja ini sudah memasuki bulan agustus, waktunya musim panas. Dari balik kaca mobil aku memandang keluar, dan melihat langit sore yang mulai semakin gelap. Udara mulai semakin terasa sejuk, melihat cuaca yang sepertinya akan hujan malah membuatku tenggelam ke dalam rasa kantuk. Baru saja beberapa saat menikmati tidur, tak lama kemudian aku terbangun kembali karena kondisi jalanan yang tidak mulus, dan membuat kepalaku terbentur kaca jendela mobil.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
Defeat the Night

Defeat the Night

Langit gelap perlahan berubah menjadi kemerahan bersama sinar bulan purnama merah. Perempuan itu tersenyum lebih lebar memperlihatkan gigi-giginya yang tajam. Air liur tak berhenti menetes dari mulutnya. Dia menatap Daniel dengan lapar. Daniel berkedip. Aroma kematian menguar di sekitarnya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai moon this night
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status