Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Miss Montok

Miss Montok

“Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!” Rasanya mau marah, tapi memang kenyataan. Kalau mau berpikir positif, masih untung aku dijuluki 'Miss Montok'. Soalnya konotasi 'montok' lebih cenderung ke padat berisi, daripada 'gendut' yang terkesan melecehkan.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Kemudian Delon menurunkan jendela, dan berteriak pada Hamaz, "Gimana Mas? Ada masalah?" "Coba Mas Delon turun sebentar!" Mendengar permintaan Hamaz. Raisa terbelalak. "Kok malah turun sih?" "Bentar, Sa!" Delon pun turun dan berjalan mendekati Hamaz. Dia melihat, seekor bayi monyet yang telah mati di antara radiator. Seketika Delon melempar bayi monyet itu ke pinggir jalan. "Enggak bosen juga dia mengirim monyet-monyet itu untuk kita, Mas? Bukannnya semua harusnya berakhir?" celetuk Delon.
1078.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai muka monyet jelek
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

Namun, memang mungkin karena pada dasarnya Ardo sedang gembira, setelah jatuh keras itu dia langsung bangkit kembali, padahal ada darah yang keluar dari mulutnya. Yang menjengkelkan, Ardo masih tersenyum. “Huakkrr!” Dari golok ungu Rawa Kujang melesat keluar makhluk sinar ungu berwujud monyet besar. Tepatnya monyet babon, yang ketika melihat wanita cantik suka pamer gigi. Namun, babon yang satu ini tidak punya gigi karena wujudnya murni terbuat dari energi sinar.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
My Boss My Enemy

My Boss My Enemy

ucap Bara dengan ceria. Kallica benar-benar tidak tahan berhadapan dengan pria ini . Dia ingin mencakar wajah jelak Bara saat ini juga. Tangan gadis itu sudah sangat gatal sekali, kebetulan kuku jari Aklica panjang dan mampu menggoreskan tanda di wajah monyet Bekantan di depannya ini. "Aku tidak sudi menjadi bawahan mu 'geladah baboon'. Jangan bermimpi!"seru Kallica menggelegar.
1.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

"Ayo, keburu makanannya dingin, lagi." "Oke, Ma." Ketiganya makan dengan lahap. Mama Nawang tersenyum bahagia. Seandainya mereka bisa makan bersama seperti ini setiap harinya. Ah, apa lebih baik aku ikut Adrian tinggal di Jakarta? ***
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 581 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
DERITA WAJAH JELEK

DERITA WAJAH JELEK

batin Hana dengan tenang mengelus-elus pipi imutnya Hafa sambil sesekali mencubitnya. “Mama! S–sakit tahu kalau dicubit! Cepat jelaskan apa yang sebenarnya terjadi! Apa hubungannya Mama dengan Monster itu sekarang?! Apakah Monster mengerikan itu telah berhasil Mama taklukkan?” tanya Hafa semakin histeris penuh dengan perasaan yang penasaran di lubuk hatinya.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

Ucok pergi sama cinta monyet, aku sampai jalan kaki jauhhh kali," kata Udin. "Ya, Allah," "Siapa monyet, gak boleh bilang orang monyet," kata Bang Parlin. "Si Amanda, dia kok yang bilang dirinya monyet, aku cinta monyet gitu," kata Udin. "Hahaha," Butet tertawa ngakak. "Awasi kau, Tet," kata Ucok. "Ampun Bang Jago yang cinta monyet," kata Butet.
1080.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Pluk! Sebuah jambu biji mendarat sempurna di wajah ovalnya hingga semua daging dan biji terurai ke mana-mana. Nick menyeka kedua matanya yang telah berubah warna menjadi merah jambu. Tiba-tiba, senyuman terlukis ketika melihat siapa pelakunya. Pasangan monyet yang tertangkap basah itu sudah melarikan diri dengan cicitan yang tak berkesudahan. Sepertinya mereka kesal sekali dengan Nick, sampai-sampai tidak bisa menahan diri untuk tidak melempari wajahnya.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
Poison (Racun untuk Maduku)

Poison (Racun untuk Maduku)

kata Nyimas. "Iya, Nyimas. Tapi yang ingin kulenyapkan adalah maduku itu!" jawabku. "Teteskanlah air susu ini pada setiap makanan dan minuman madumu, niscaya dia akan lenyap perlahan-lahan. Dia tidak akan mati sebelum kau puas melihatnya menderita," ucap Simbah sambil memberiku setetes air susu dalam botol bening seukuran ibu jari.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
Rahasia di Rumah Maduku

Rahasia di Rumah Maduku

Aku bergurau. "Ya jelas ada. Banyak yang lebih penting dari sekedar duit," ucap Mak Sumi. Lagaknya ia mulai akan berceramah. Aku segera mencegah dengan menanyakan tujuannya heboh pagi-pagi. "Itu Mpok, si anu ...." Mak Sumi tergagap. Ia mendadak pucat. Aku mulai memasang wajah tidak tenang.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai muka monyet jelek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status