Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

“Salah.” “Monyet?” Rafif terbahak. “Sejak kapan monyet suka buang sampah kulit pisangya ke tempat sampah? Kamu ada-ada aja, deh.” Aku menekuk wajah. “Ya udah buruan kasih tahu jawabannya.” “Nyerah, nih?" "Iya nyerah.” "Jawabannya adalah gajah.” “Gajah? Kenapa gajah?”
1048.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as muka monyet jelek
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

UU AA UU AA UU AA “LAMUN ETA MIMITINA TI URANG, MANEH EDEK NAUN MAUNG BODAS? (KALAU ITU AWALNYA DARI KU, KAMU MAU APA MACAN PUTIH?)" UU AA UU AA Terdengar kembali olehku suara monyet dengan nada yang berat, juga suara monyet-monyet kecil yang sangat banyak dan saling bersahutan di dalam gunung. Monyet adalah satu-satunya hewan yang paling banyak tinggal di Gunung Sepuh. Selain itu, banyak pula hewan seperti babi hutan, macan kumbang, juga jenis-jenis burung dan hewan melata lainnya.
9.8683.3K viewsCompletedAdded to Library 26.0K Times as muka monyet jelek
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Embun tersenyum miring mendengar kalimat Jasmine. “Ya, untuk menghadapi ular kita memang harus jadi ular juga,” kata Embun santai. Dia kembali melipat tangan di dada. “Kalau jadi kelinci, mati dong dimangsa,” lanjutnya dengan mimik wajah yang menyebalkan “Apa maksudmu melakukan itu? Kau mau balas dendam padaku lewat keluargaku,ha?” Dada Jasmine naik turun.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as muka monyet jelek
Read
+Library
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

“Perutmu tidak akan meletus jika kau berhenti sayang. Sekarang saatnya kamu menggosok gigi. Kalau tidak nanti ada monster kecil tinggal di gigimu.” Mia bergidik ngeri mendengar akan ada monster dalam mulutnya. “Aku tidak mau ada monster dalam mulutku, Mama.” “Kalau begitu ayo ikut, Mama.” Orlena mengulurkan tangannya. Mia tersenyum dan meraih tangan ibunya. Wanita itu menarik putri kecilnya. Tatapan Orlena tertumbuk pada jendela kaca di belakang rumah. Tidak ada kunci di jendela itu. Hanya pengait yang dikaitkan di dalam. Segera otaknya berputar mencari cara untuk kabur lewat jendela itu.
109.0K viewsOngoingAdded to Library 296 Times as muka monyet jelek
Read
+Library
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

tanya Ayumi memanasi Bayu dan ibu mertua Asti kembali menaruh piring mereka. Tidak ingin bernasib sama, ibunya Bayu memilih tidak makan. Mawar menunduk malu, hari ini adalah hari kesialannya. Mulai dari mencuci piring, kemudian memasak. "Kamu gimana, si, katanya bisa masak. Kacau semua, duh, Mami jadi ke luar uang lagi buat beli makanan."
1030.9K viewsCompletedAdded to Library 773 Times as muka monyet jelek
Read
+Library
DENDAM LELUHUR DI TANAH JAWA

DENDAM LELUHUR DI TANAH JAWA

Deni bercerita dengan berbisik. "Cara jalannya kayak monyet, suaranya juga mirip monyet, suka garuk-garuk kayak monyet, wes wes kabeh-kabeh mirip monyet." Lanjut Deni meringis ngeri. "Dia cuma bisa makan pisang, bahaya banget, monyet dalam wujud manusia. Terakhir dia mukulin warga karna pisangnya ngga boleh diminta." *kabeh-kabeh = semuanya
1.1K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as muka monyet jelek
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Sesaat kemudian, cahaya putih itu kembali berkedip, berubah menjadi seekor monyet kecil berwarna putih salju yang terus melambaikan cakarnya. Tiga detik kemudian, Burung Pipit Langit sadar kembali, lalu menatap monyet seputih salju itu dan menjadi sangat marah. Memalukan, sungguh memalukan! Jika sampai tersebar, makhluk iblis tak tertandingi seperti Tianyouque bisa dikalahkan sepenuhnya oleh seekor monyet kecil, dan itu pasti akan membuat orang-orang tertawa terbahak-bahak.
1012.8K viewsOngoingAdded to Library 384 Times as muka monyet jelek
Read
+Library
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

SUSI "Sakit, Mas!" rajukku dengan nada dibuat semenyedihkan mungkin. Ini penting agar mas Ragil lebih panik lagi. Dan, kuharap dia akan makin benci pada si gentong itu. Dasar gentong burik. Mau bersaing denganku, Hah? Lihat saja kamu pasti akan berakhir menyedihkan. Aku akan menguasai jiwa, raga dan harta mas Ragil hingga tiada yang tersisa untuknya.
1010.6K viewsCompletedAdded to Library 308 Times as muka monyet jelek
Read
+Library
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Stop. Aku capek dengarnya. Kau ngomong panjang lebar tapi tidak menjawab apa yang ditanyakan. Jaka Sembung suka ayam penyet, gak nyambung...monyet!" "Terima kasih." "Dibilang monyet terima kasih." "Aku lebih berterima kasih kalau disebut bonobo, simpanse Afrika." "Disamakan dengan binatang bangga, kalau stres pilih-pilih teman." "Bonobo gaya bercintanya kayak manusia, satu-satunya binatang yang suka oral." "Monyet adalah ujaran sangat kasar di negeriku." "Di negeri ini sebutan dengan nama binatang sangat favorit."
9.947.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as muka monyet jelek
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Tegas Mbah Ajeng yang saat ini sedang menyaksikan Nyoman dan Rara sedang mengangkut barang barang mereka kedalam mobil. "Tentu saja,Nek! Rara pasti akan menelpon Nenek setelah sampai disana.." Jawab Rara. "Baguslah.. Dan Nyoman.. Jangan lupa apa yang harus kamu lakukan! Kamu sudah mencapai Alam Semesta Maya.. Alam Arwahmu harus segera mendapatkan penjaga selanjutnya! Di sekitar sana, Ada binatang bernama Monyet Kra atau Monyet Ekor Panjang.. Warga lokal biasa menyebut mereka kera air karena mereka sangat pandai berenang dan menyebrang lau dan sungai.. Di katakan di wilayah itu terdapat makhluk gaib berbentuk monyet kra yang merupakan Raja dari monyet kra gaib.. Aku menduga makhluk tersebut m
10747 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as muka monyet jelek
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status