Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Semua pertanyaan itu tak lain adalah sebentuk tes kepada Mantiko Sati sendiri, dan ia cukup maklum dengan hal tersebut. “Selain pergeseran tempurung lutut,” ujar pemuda tersebut, “saya tidak menemukan ada tulang yang patah. Hanya urat-urat besar di bagian belakang saja yang putus.” “Kau tahu,” ujar sang datuk. “Urat darah besar di kedua kakiku, diputuskan oleh Siladiang Kamba.” “Ermm, pantas saja,” ucap Mantiko Sati. “Saya dapat melihat dua jurus berbeda yang mengakibatkan kelumpuhan Datuk ini.”
9.8104.8K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as mulut kedutan
Show Reviews (41)
Read
+Library
Srigede Hanif
saya lihat banyak novel baru yang rilis, tapi ko yg Sibunian Tongga terkesan tidak dlirik sama pihak GN,, apakah sesulit itu untuk mnerbitkan novel baru dsini?, babang Tothor ayo dong lebih smangat lagi ngajuinnya biar novel Sibunian Tongga sgera rilis, sdikit kurang sabar nih nunggunya, T.T
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

“Konsentrasi sambil lihat wajah aku itu bisa meningkatkan semangat hidup. Kamu belum tahu ya, wajah aku tuh kayak multivitamin.” Zura memalingkan muka, menahan tawa. “Multivitamin basi.” “Ouch, hati aku baru aja ditaburi garam dan perasan jeruk lemon.” Mami Narumi tak bisa menahan gelak tawa dan bangkit dari kursi, memberikan ruang bagi dua anak muda yang dilanda rindu. “Mami ke dapur dulu, ya. Tapi jangan terlalu lama ngobrol, Zura harus terapi, ingat!”
106.5K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as mulut kedutan
Show Reviews (10)
Read
+Library
WidiaYuan
take your time Aletta kamu butuh sendiri kamu butuh ketenangan kamu butuh untuk berpikir.. kamu butuh kepastian.. renungkan.. pahami semuanya bahwa yang melukai tak selamanya akan tetap menyakitimu.. mereka hanya terjebak oleh keadaan hingga mampu membuatmu terluka. dan kini semua telah berubah
Kania Putri
nyesek banget sih jadi zura ini kakak yg sempurna tapi di balik sempurnanya ada sosok Aisha yg iri & cemburunya setengah mati lalu orang disekitar zura juga malah mendukung tindakan Aisha ini. Hai Zain semangat aq yakin zura gak sebenci itu sama kamu dia masih ada rasa cuma tertutup sama rasa kecewa
Read All Reviews
PASANGANKU MANDUL

PASANGANKU MANDUL

Desi pun tanpa ragu langsung menelepon sang teman. "Citra, dengar ya, jaga mulut kamu. Kamu jangan nuduh aku sembarangan dengan ngatain aku wanita mandul." tegas Desi dengan nada suara terdengar kesal. Terdengar di sebrang sana suara Citra tertawa terkekeh seakan meledek sang teman. "Memang benar adanya kan, kamu wanita mandul. Dulu kamu menyalahkan pasangan kamu mandul. Tapi sekarang terbukti siapa yang mandul,"
314 viewsOngoingAdded to Library 7 Times as mulut kedutan
Read
+Library
Menikahi Adik Musuh

Menikahi Adik Musuh

Dewa beranjak, membuka kulkas mengeluarkan dua buah alpukat dan madu Dania melirik ke arah Dewa, pria itu sibuk memisahkan daging alpukat dan kulitnya lalu memotongnya tipis-tipis. Air liur Dania menetes, dan ia segera memalingkan wajah ketika Dewa mengangkat kepala. Takut ketahuan mencuri pandang dan wajahnya kembali muram menatap roti panggang dan telur mata sapinya. Yang rasanya seperti pasir di mulut.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 357 Times as mulut kedutan
Read
+Library
Terjerat Daun Muda

Terjerat Daun Muda

cetus Qadry. "Marmut," sahut Chairil. "Burung perkutut," jelas Fawwaz. "Semut," lontar Ibrahim. "Siput," ungkap Syuja. "Ikan trout," celetuk Robert. "Jeruk purut," beber Dimas. "Sop buntut," timpal Harun. "Lele mangut," jawab Ukky. "Enakan bibir diemut," seloroh Wahyudi yang langsung diteriaki teman-temannya.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as mulut kedutan
Read
+Library
Istri Seksi Sang Casanova

Istri Seksi Sang Casanova

"Benar, aku selalu begini di tempat baru." "Tunggu sebentar, aku punya sesuatu untukmu Muti." "Apa yang mau kau tunjukkan padaku?" Mutia melihat Firheith yang sedang mengeluarkan sesuatu dari balik kantong jas. Ternyata ia mengeluarkan beberapa buah permen mint coklat yang diberikan Firheith pada Mutia. "Biasanya aku memakan permen ini jika aku sedang kehilangan mood. Terimalah!" Firheith mengulurkan telapak tangannya yang besar, di atasnya berisi 5 buah permen mint coklat.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as mulut kedutan
Read
+Library
Kuminta Mahar 5 Milyar dari Calon Suamiku yang Sombong

Kuminta Mahar 5 Milyar dari Calon Suamiku yang Sombong

saran calon menantu masih lemah lembut dan malu-malu. "Oyo Jaran! Dudu dageng! Tibakne laos! (pi-pis kuda! Bukan Daging! rupanya lengkuas!" makinya, karena potongan yang ia pikir daging ternyata lengkuas. Bahkan sampai nyangkut di giginya, dan membuatnya sulit ngomong. "Rasakno! Hahahahah, makane wes tuek ojo serakah! (Rasakan! Hahahah, makanya, udah tua jangan serakah!)" gerutu Murti sambil tertawa lepas.
1040.4K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as mulut kedutan
Read
+Library
TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

Ada dua orang lelaki yang berhenti di sana dan gegas turun. “Sorry, gue telat, Mut! Si Muklis ini kebanyakan makan rujak!” pekik seorang lelaki dengan kaos lengan pendek dan celana selutut seraya turun dari boncengan sepeda motor. “Gue juga baru dateng! Biasa kan Muklis emang langganana telat!” kekeh Mutia tertawa seraya memamerkan deretan gigi putihnya.
1073.8K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as mulut kedutan
Read
+Library
KUTUKAN DARAH EMAS

KUTUKAN DARAH EMAS

Mereka berada di Hutan Lumut Merah, sebuah belantara tua yang dipagari oleh pepohonan bermetamorfosis, tumbuh di atas bekas medan perang Ranah Kekuatan kuno. ​Kabut tebal berwarna kelabu susu menggantung rendah, membatasi pandangan hingga hanya beberapa meter. Penciuman Kael segera menangkap aroma apek yang pekat, dominasi bau belerang dingin yang bercampur dengan fermentasi lumut basah—bau kematian spiritual yang mengudara. Udara lembab ini bahkan memiliki Pengecapan yang pahit dan metalik di lidahnya, seolah ia menghirup udara yang berkarat.
621 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as mulut kedutan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status