Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

Ada dua orang lelaki yang berhenti di sana dan gegas turun. “Sorry, gue telat, Mut! Si Muklis ini kebanyakan makan rujak!” pekik seorang lelaki dengan kaos lengan pendek dan celana selutut seraya turun dari boncengan sepeda motor. “Gue juga baru dateng! Biasa kan Muklis emang langganana telat!” kekeh Mutia tertawa seraya memamerkan deretan gigi putihnya.
1074.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

seru Damar bebal membuat Mutia menjadi gemas. Ingin sekali rasanya dia menendang Damar sekuat tenaga agar Damar melepaskan kedua kakinya. Tapi Mutia tidak melakukannya. Entah kenapa dia merasa tidak berperikemanusiaan sekali jika menendang mantan suami nya itu. Mutia menghela nafas. "Lepaskan kakiku atau aku akan menendang mu dalam hitungan ketiga, Mas!" seru Mutia mengultimatum. Akhirnya kesabaran nya habis sudah.
824.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
KUTUKAN DARAH EMAS

KUTUKAN DARAH EMAS

Mereka berada di Hutan Lumut Merah, sebuah belantara tua yang dipagari oleh pepohonan bermetamorfosis, tumbuh di atas bekas medan perang Ranah Kekuatan kuno. ​Kabut tebal berwarna kelabu susu menggantung rendah, membatasi pandangan hingga hanya beberapa meter. Penciuman Kael segera menangkap aroma apek yang pekat, dominasi bau belerang dingin yang bercampur dengan fermentasi lumut basah—bau kematian spiritual yang mengudara. Udara lembab ini bahkan memiliki Pengecapan yang pahit dan metalik di lidahnya, seolah ia menghirup udara yang berkarat.
753 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
PUDAR

PUDAR

gumam Kevin. Ada sekotak irisan buah naga, semangkuk soup jagung, sekotak perkedel dan nuget, semangkuk nasi, sebungkus roti cokelat, sebotol mineral dan sebotol susu. Sederhana namun begitu lengkap. Mutia tidak tau harus berkata apa, benar kata Kevin, Alan memang tidak peduli dengan apa yang dia makan walau kini ia sedang mengandung. Mutia mengambil sedikit demi sedikit makanan yang ada dihadapannya. Senyum tipis terbit di bibir Kevin mengamati lahapnya Mutia memakan masakannya sampai habis seluruhnya.
584 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

ucap Mas Devan sambil menggeleng dan menutup wajahnya. Suasana ruang tamu di rumah mungilku jadi hening, ipar-iparku bungkam, pun suamiku yang tak bisa banyak bicara. Nampaknya ras malu menguasai hatinya, dia mungkin sadar bahwa masalah ini cukup pelik. Di dalam kebisuan itu, ibu mertua hanya mendengkus bosan lalu bangun dan berkata. "Kalau udah selesai aku mau pulang, aku lelah, lututku sakit!"
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Warisan Jimat Kutukan

Warisan Jimat Kutukan

Mahluk tak kasat mata yang memakan banyak tumbal dari pihak keluarga Istrinya. Firman mulai membaca ajian untuk mengendalikan sosok kuntilanak yang menjadi tempat pemujaan dari seorang Firman. Tapi bukannya kuntilanak Firman yang datang, justru sosok Genderuwo seorang Lutfhi yang justru muncul menampakkan wajahnya di hadapan Firman. Sontak Firman terkejut dengan kehadiran dari Genderuwo bertubuh besar dengan kulit hitam lebam tersebut.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Pengakuan Istriku (Setelah siasat liciknya terbongkar)

Pengakuan Istriku (Setelah siasat liciknya terbongkar)

Dia meraung di dada Firman, air matanya tumpah ruah. “Jadi keinginan Eko terakhir itu peyek yutuk, Rat?” tanya seorang Bude dari keluarga Bapak. Ibu mengangguk sembari mengelap air matanya. Bapak memang asli Kebumen, dan selama ini mereka hanya bisa makan peyek yutuk kalau pergi ke kampung Bapak, atau ada saudara Bapak berkunjung membawanya sebagai oleh-oleh. Yutuk itu sejenis kutu laut yang banyak terdapat di sepanjang area pantai Kebumen.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

“Aku bawa pempek buat kalian semua. Ada sepatu buat Nyayu. Ada kemeja buat Raden. Ayah kan sedang sakit, jadi aku bawakan roti mahal dan juga madu.” Masayu mengawasi Molek dengan menerbitkan senyuman manis tak terkira. “Tas. Ibu pasti suka dengan warna dan motifnya.”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

jawab Tiara jutek. "Kok kamu jawabnya jutek gitu sih? Ada apa, Sayang?" Tanya Andra yang heran. "Jutek gimana sih? Aku kan emang gini ngomongnya," balas Tiara sambil meletakkan ponselnya di kasur lalu dia melepaskan sepatu hak tingginya yang mahal itu. "Tolong jawab yang jujur, kamu kenapa? Kamu marah sama aku?" Tanya Andra lagi.
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Kutukan Desa Gunung Kembar

Kutukan Desa Gunung Kembar

Sejak aku pertama kali menstruasi, ibuku memberiku sebotol salep dengan sikap misterius dan menyuruhku mengoleskannya ke dada setiap malam. Setelah mengoleskan salep misterius itu selama sepuluh tahun, aku benar-benar memiliki sepasang "gunung kembar" yang paling sempurna. Namun, harta karun yang begitu sempurna itu hanya bisa disembunyikan di balik pakaian. Ibuku melarang keras aku berhubungan intim dengan laki-laki, dan bahkan melarangku mengenakan pakaian apa pun yang memperlihatkan buah dadaku. "Jangan biarkan pria mana pun melihat dadamu. Kalau nggak, pria itu bisa mati!" Pada ulang tahunku yang ke-24, aku berhubungan intim dengan pacarku untuk pertama kalinya. Tidak sanggup menahan ray
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status