Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PUDAR

PUDAR

gumam Kevin. Ada sekotak irisan buah naga, semangkuk soup jagung, sekotak perkedel dan nuget, semangkuk nasi, sebungkus roti cokelat, sebotol mineral dan sebotol susu. Sederhana namun begitu lengkap. Mutia tidak tau harus berkata apa, benar kata Kevin, Alan memang tidak peduli dengan apa yang dia makan walau kini ia sedang mengandung. Mutia mengambil sedikit demi sedikit makanan yang ada dihadapannya. Senyum tipis terbit di bibir Kevin mengamati lahapnya Mutia memakan masakannya sampai habis seluruhnya.
154 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

ucap Mas Devan sambil menggeleng dan menutup wajahnya. Suasana ruang tamu di rumah mungilku jadi hening, ipar-iparku bungkam, pun suamiku yang tak bisa banyak bicara. Nampaknya ras malu menguasai hatinya, dia mungkin sadar bahwa masalah ini cukup pelik. Di dalam kebisuan itu, ibu mertua hanya mendengkus bosan lalu bangun dan berkata. "Kalau udah selesai aku mau pulang, aku lelah, lututku sakit!"
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Dicerai Karena Mandul

Dicerai Karena Mandul

Belum sempurna langkah Daru keluar toilet, Kala memberontak. “Turunin dulu. Aku mau muntah lagi.” Daru mengerjap namun segera menurunkan Kala. Wanita itu memang kembali mendekat pada bibir wastafel. Memuntahkan isi perutnya yang mungkin sudah kosong. Hanya berisi air dan itu rasanya lebih tidak mengenakkan ketimbang pertama kali Kala muntah tadi. Sebuah pijatan lembut Kala terima di bagian tengkuk. “Lebih baik?” tanya Daru memastikan.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Warisan Jimat Kutukan

Warisan Jimat Kutukan

Peralatan itu meliputi dupa, kembang 7 rupa dan pastinya beberapa jimat yang memang sudah di siapkan Lutfhi untuk melakukan santet pada seorang Agung. Kini Lutfhi tinggal mengambil keris yang menjadi tempat bersemayam genderuwo berbadan besar tersebut. Lutfhi sudah tidak sabar untuk melakukan santet pada seorang Agung. Mengingat Agung telah melakukan hal yang menurut Lutfhi tidak beretika pada dirinya.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Pengakuan Istriku (Setelah siasat liciknya terbongkar)

Pengakuan Istriku (Setelah siasat liciknya terbongkar)

Dia meraung di dada Firman, air matanya tumpah ruah. “Jadi keinginan Eko terakhir itu peyek yutuk, Rat?” tanya seorang Bude dari keluarga Bapak. Ibu mengangguk sembari mengelap air matanya. Bapak memang asli Kebumen, dan selama ini mereka hanya bisa makan peyek yutuk kalau pergi ke kampung Bapak, atau ada saudara Bapak berkunjung membawanya sebagai oleh-oleh. Yutuk itu sejenis kutu laut yang banyak terdapat di sepanjang area pantai Kebumen.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

“Aku bawa pempek buat kalian semua. Ada sepatu buat Nyayu. Ada kemeja buat Raden. Ayah kan sedang sakit, jadi aku bawakan roti mahal dan juga madu.” Masayu mengawasi Molek dengan menerbitkan senyuman manis tak terkira. “Tas. Ibu pasti suka dengan warna dan motifnya.”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

jawab Tiara jutek. "Kok kamu jawabnya jutek gitu sih? Ada apa, Sayang?" Tanya Andra yang heran. "Jutek gimana sih? Aku kan emang gini ngomongnya," balas Tiara sambil meletakkan ponselnya di kasur lalu dia melepaskan sepatu hak tingginya yang mahal itu. "Tolong jawab yang jujur, kamu kenapa? Kamu marah sama aku?" Tanya Andra lagi.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Gak lupa gue bawain dia tablet yang ada lambang apel kegigit marmutnya biar dia gak susah kalau nulis. Tinggal ketik aja. Gue ngelirik kak jungmo yang sekarang ngetik sesuatu di tablet canggihnya itu. 'Ada peraturan sebelum kamu aku ajarin' "Peraturan apa kak?" 'Kalau satu kali contoh kamu gak inget,aku cium kamu' ANJIR SEKALI PERATURAN MACAM APA INI?! Kak Jungmo nyengir ganteng.Iyalah ganteng kalau gak ganteng udah aku buang Ahahah.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Hanya semburat senja yang membantu penyinaran dalam proses mengobati luka Muti. Untungnya, di dalam ranselnya Motaz selalu membawa kotak P3K. Lalu teriakan seorang wanita menggema. "Mbah.." Ucap Muti. "Aku pulang, ini makasih. Mbah pasti khawatir." Lanjutnya seraya menampik tangan Motaz yang sedang menotolkan obat merah ke sikunya.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

RAGIL "Anggur merah yang selalu memabukkan diriku belum seberapa jika dibandingkan dengan senyumanmu. Takotek, kotek dangdut, takotek, kotek, dangdut. Yihaaa!" Aku joget bablas di depan jendela kamar Susi. Sengaja di sini biar dilihat dari dalam. Aku tahu dia pasti lagi tertawa. Soalnya tadi kedengaran meski samar.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status