Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Saka berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang terlihat asik bermain dengan Arkana. "Hai, siapa namanya Bu?" tanya Saka. "Arkana Paramayoga!" "Siapa yang memberi nama?" tanya Saka lagi. "Ya Ardian, kamu mau memberikan dia nama? Makannya nikah!" ucap Sandi. "Bagaimana mau menikah, kalau dia sibuk bekerja terus, cepatlah nikah, adikmu saja sudah memberi kita cucu!" Saka yang awalnya bersemangat, merasa sungkan saat kedua orang tuanya membahas pernikahan.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

Termasuk para Kadet yang mengenali sosok hebat yang kini tengah berdiri tegak di depan mereka. Seorang Pria setengah baya berambut Panjang sebahu berwarna putih, dengan raut wajah keras, bermata kecil namun tajam. Mengenakan Pakaian Kebesaranya. Baju Sutera mewah warna Ungu berenda Emas. Sebuah Tongkat Emas sefinggi Satu Meter tergenggam di tangan kanannya. Sementara mata mereka fokus dengan kehadiran Sang Lord, sisa dari Pasukan para Tengkorak itu tiba-tiba ikut luruh dan hancur seketika!
9.272.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
AJISEKA

AJISEKA

ucapan Danuseka menggelegar, membahana di kawasan puncak Punden. Jangankan tetua di bawah kepemimpinannya. Sosok dua bawahan Sariti juga dibuat gentar dengan ucapan itu. Namun, tidak dengan Sariti. Dia malah tersenyum miring, lalu menyeringai. Kekacauan punden adalah keinginannya, lemahnya kekuatan manusia adalah tujuannya.
9.53.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

(Pov Hanna) Kuusap peluh yang membasahi dahi juga leher. Rambut pun mulai berantakan dan nampak putih terkena terigu. Segera kubersihkan diri di kamar mandi. Tanpa terasa sudah dua jam aku berkutat dengan terigu dan tempe untuk membuat mendoan kesukaan Mas Asyraf.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
PASANGANKU MANDUL

PASANGANKU MANDUL

DRET DRET Tiba-tiba suara telepon berdering dan nampak terlihat di sana teman dari Yudi yang sekaligus teman dari Desi menelepon. Dia mengatakan bahwa Yudi saat ini suka bersama teman kerjanya, baik tengah istirahat atau pulang kerja. "Kamu sekarang sedang dekat sama siapa Des? Kalau mantan kamu Yudi kayaknya udah punya kekasih," ucap Rani.
452 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

Bedanya, orang kedua sedikit lebih jangkung dan langsing daripada rekannya. Orang itu mendesah pelan, lalu mengurai kain kedoknya. Segera tampak wajah seorang pria berjanggut tipis dengan muka penuh kerutan. Sepertinya ia seusia dengan Ki Lembu Narawara dan Ki Demung Banar. “Caranya tidak begitu, Pangeran!” ujarnya dengan nada sopan, namun kentara bernada kesal. “Jati diri kita ketahuan kalau caranya begini.”
9.526.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai pundak kanan kedutan
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

Matanya tidak ingin beralih dari wajah pucat di depannya. Keadaannya sendiri cukup berbahaya karena setiap saat harus menyalurkan hawa murni ke tubuh Sekar Pandan. Jika diteruskan, tidak mustahil pemuda itu akan cidera bahkan bisa tewas. Akan tetapi, tidak ada yang sanggup mencegah seandainya ada yang tahu hal itu. Kepala dusun memang pernah sedikit belajar tentang ilmu kanuragan. Mengenai hal detail itu dia belum banyak mengerti. Yang dia ketahui hanya sebatas hawa murni bisa untuk mengobati luka dalam. "Sekar, sadarlah. Ini aku, Prana Kusuma yang selalu mengharapkan kau sadar untuk melanjutkan perjalanan ke kota raja Majapahit. Bukankah kau ingin tahu keindahan Kedaton?"
8.520.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 783 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Pancaran kearifan yang tak terduga ini semakin mengukuhkan keyakinannya bahwa ia telah memilih sekutu yang tepat. Beberapa langkah dari sana, terselubung oleh bayangan Pilar Utara dan sejuknya hembusan angin, dua sosok pendeta terkemuka, pilar kearifan spiritual Medang, memperhatikan interaksi tersebut. Wiku Wirathu, dengan janggut putih panjang yang telah memutih seutuhnya karena usia, dan tubuhnya yang sedikit membungkuk, bersandar lemah namun kharismatik pada tongkat kayunya. Setiap garis kerutan di wajahnya adalah bukti pengembaraan dan kebijaksanaan yang panjang. Di sampingnya, berdiri Wiku Sasodara, yang masih tampak bugar dan tegak meskipun usianya telah menginjak empat puluh tahun.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
Dinikahi Mas Pandu

Dinikahi Mas Pandu

Kedua mata Zita membulat. "Ini anak kalau ngomong mulutnya, ya," tegur Pandu menyentik kening Intan. "Ya kan, nanya, Mas, jangan emosi, sakit tau... baby, Mas Pandu sentil kening aku..." Intan mengeluh ke Brandon yang mengusap lalu mengecup kening itu. Zita tercengang lagi.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

tanya Kapten Deny kembali kearah Anchakagra. "Sebetulnya Itu Bukan Membelah Diri Pak…,Itu Adalah Ilmu atau Ajian Yang Dipakai Salah Satu Tokoh Legenda dari Jajaran Para Pandawa.Kita Satu Perguruan Mempunyai Ajian Seperti Itu.Nama Pemakainya Adalah Raden Arjuna atau Raden Janaka.Ajian Itu Bernama' NGEROGO SUKMO(Meraba Sukma)'Pemilik Ajian Ini Bisa Seolah Melepaskan Ruh dari Jasad Miliknya.Seolah Mereka Adalah Kembar.Padahal Tidak, Di Dunia Manusia Seperti Orang Meninggal.Tapi Dengan Kemampuannya Dia Bisa Kembali kearah Tubuh Aslinya.Sedangkan Kita Semua dan Kakak saya Pancatyana Juga Menggunakan Ajian 'Blabak Pangantol-antol Ungkal Bener' dan Ajian 'Saepi Angin'(Mengheningkan Angin).Ajian ata
7.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai pundak kanan kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status