Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Satu Milyar

Wanita Satu Milyar

Tidak masalah jika ia harus melakukan pernikahan dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal. Tiara pun akhirnya menandatangani pernikahan kontrak itu meskipun dengan perasaan yang tidak bisa untuk ia jelaskan. Sejurus kemudian Aditya membawa surat kontrak pernikahan itu. Ia melihat seraya tersenyum -senyum kecil. Hal itu membuat Tiara berigidig takut. “Mutiara Latifa, usia sembilan belas tahun, nama ayah Leo kansil, ibu Maria dan kakak Sofia.” Aditya mengulang-ulang data Tiara.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Kesetiaan di Antara Pengkhianatan

Kesetiaan di Antara Pengkhianatan

Kalimat Ina membuat semuanya mengangguk setuju. “Nah iya, apalagi kalo emang serius permasalahan mereka,” sambung Lia. “Padahal Mutiara tuh, baik, kalem, idamanlah pokoknya.” Mutiara Kalistania, wanita cantik yang pernah populer di masanya. Dia adalah istri dari mantan kekasih Ina, meskipun saat ini keduanya sedang menjalankan proses perceraian. Mutiara adalah teman angkatan mereka, meskipun wanita itu bukan dari jurusan IPS, melainkan IPA. Tapi, satu sekolah tau siapa itu Mutiara. Si gadis ramah dan murah senyum yang selalu memenangkan olimpiade matematika dan jurusan mipa lainnya untuk mewakili sekolahnya.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

Kulirik Mutia mulai menampakkan aura permusuhan padaku. “Lagi beli perlengkapan bayi juga? Buat anaknya Tama ya?” tanyanya lagi. “Iya ini, Mas. Mas Bima juga?” Resa menjawab. Aku melihat kekepoan pada bola matanya. Kebiasaan. “Iya ini,” “Mas, cepetan! Aku mau beli baju baru. Kelamaan ih!” Mutia mulai merajuk. “Iya sebentar. Ya udah kami duluan ya,” Mereka pun berlalu.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Wajan baru yang ringan itu tiba-tiba terasa seberat dunia di tangannya. “Adrian,” kata Radit, suaranya dingin membeku. “Apa nama merek beras itu?” Keheningan yang mencekik selama beberapa detik, sebelum Adrian akhirnya menjawab dengan bisikan yang menghancurkan seluruh kemenangan mereka. “Mereka menamakannya… ‘Mutiara Purba’.”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

Namun, Mutia menggelengkan kepala. “Males. Mumpung ini sudah ada di depan,” komentarnya. Oh, apa ini yang namanya femme fatale? Ah sudahlah. Lupakan saja. I’m dead anyway dengan skala percakapan kami ini. Aku menghembuskan nafas berat. “Pulang aku bawa Rara,” ucapku kesal. Mutia tampak menatap tajam mendengar nama itu.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

3 anak berprestasi yang sudah tak sedikit membanggakan nama baik kelas mereka. "Selamat untuk Kyra Adiba Lubna Al - Umaiza, Ataya Fairuz dan Sarah Ghaitsa Gabina, yang merupakan kelompok 2 dari kelas 11 b! Dengan perolehan nilai akhir terbanyak yaitu sebesar 1.600 poin. Maa Syaa Allah." "Teruntuk ananda yang namanya disebutkan, silahkan beranjak dari tempat duduknya, dan menjemput hadiah yang sudah menunggu di depan."
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Sedang di sekelilingnya, bunga-bunga tertata apik, menimbulkan kesan asri nan alami. Lobster bakar madu dan jus alpukat adalah favorit Tiara. Hampir setiap ke sana, Tiara memesan menu itu sampai pelayan di sana hapal menu mereka berdua. "Selamat siang, Pak Bima dan ibu Ti... " Pelayan itu tak melanjutkan kalimatnya ketika menyadari bukan Tiara yang bersama Bima, saat itu. "Hai, saya Dara. Adik iparnya Mas Bima!" Dara mengenalkan diri sambil bergelayut manja di lengan Bima.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Antara Luka dan Rasa

Antara Luka dan Rasa

"Iya, Ra. Wajahmu seperti orang yang sedang terlilit hutang. Sedang ada masalah?" Kira hanya menghela napas panjang seraya merendahkan bahunya. "Hari ini melelahkan." Kira duduk di salah satu bangku koridor kelas, diikuti oleh Mae yang duduk disampingnya. Sedangkan Reka hanya berdiri di hadapan mereka sambil memakan batagor dalam plastik yang ia beli di kantin tadi. "Terlambat lagi?" tanya Mae.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

balasnya menanggapi ucapan Rara, “habis lari-lari nih.” Mutiara Azzahra atau yang sering dipanggil Rara adalah mahasiswa semester 3 fakultas manajemen disebuah universitas negeri di kotanya. Rara dan Ica sudah bersahabat sejak mereka duduk di bangku kelas 7 SMP. Pada saat hari kelulusan tiba Rara memilih masuk SMK sedangkan Ica memilih masuk SMA.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Gurame goreng asam pedas manis, ditambah gulai nangka muda kesukaannya sudah tertata di sana. "Hmm, dari aromanya aja udah wangi," puji Bi Ayu, mengendus asap yang mengepul di atas hidangan itu. "Kalau soal masak, ibu emang jagonya," sbung wanita itu, semakin memujiku. "Tapi saya kalah cantik dengan istri barunya Bapak, Bik," jawabku, terlihat jelas sesal di wajahnya. "Makanya Mad Andra selingkuh."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai mutiara rasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status