Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

ucap Mutia dengan suara bergetar dan penuh penekanan. Aku menutup mulut tidak percaya, kok bisa ada wanita sekejam itu kepada darah dagingnya sendiri. “kenapa diam?” kembali Mutia meraung. “kamu pikir aku bercanda? Aaaahhhh,” aku mendengar teriakan Mutia diikuti oleh suara gaduh. Aku tidak tahu apa yang terjadi karena aku tidak bisa melihat kedalam. Aku hanya bisa menguping didepan pintu.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as muttered
Read
+Library
Unexpected Life

Unexpected Life

Ia berucap seraya menundukan wajah. “Jangan ucapkan kata seharusnya. Karena itu tidak berguna. Tidak bisa membangun menantu saya dari koma. Dan tidak bisa menghapus air mata anak saya.” Pungkas Matilda geram. Mental dari bu manager langsung menciut kecil. Ia mengutuk mulutnya yang asal sebut saja dihadapan Matilda. Mulutnya seperti dilakban, hingga tak mampu mencicit sekali pun.
109.4K viewsOngoingAdded to Library 328 Times as muttered
Read
+Library
RAHIM GADIS SEWAAN

RAHIM GADIS SEWAAN

Matt seperti mau muntah. “Kenapa, sayang?” kedua pasang suami istri itu kompak panik ketika Matt mau muntah. “Perutku lama-lama mual. Kalian itu sudah tua, lo!” ejek Matt. Tak ayal celotehannya memancing tawa seluruh penghuni Mansion. Bocah kecil itu memukul tangan Papanya. “Sudah kubilang Mama itu punyaku! Jangan pegang-pegang!”
1073.1K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as muttered
Read
+Library
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN 2 “Tunggu, Neng!” Suara pedagang daster itu membuatku terpaksa menoleh lagi. “Kenapa?” tanyaku seraya memasang wajah malas. “Ini kembaliannya, Neng.” “Ambil saja, buat beli obat penyumpal mulut, biar nggak asal bicara dan nyakitin hati orang,” kataku membuat dia dan semua wanita di sana terdiam.
9.48.8K viewsOngoingAdded to Library 280 Times as muttered
Read
+Library
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

lajutku. Aku lihat napas Mas Ervan kian tak beraturan, tanganya mengepal, matanya merah, mulutnya tampak berkata kata yang entah tak begitu jelas. "Dasar gak punya punya hati kamu," teriak Ibu Mertuaku. Aku tersenyum sinis ke arah mereka," Benalu gak perlu di kasih hati yang ada kian ngelunjak seperti kalian, di kasih hati minta ampela," ujarku sinis.
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 779 Times as muttered
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status