Saat Ponsel Suami Tertukar Dengan Ponsel Istri
Part 23 (Sebuah Kejujuran)
****
POV Zeen.
"Atarik, Ana mau es krim," ucap Nana kala itu. Ia menunjuk salah satu penjual es krim yang ada di ujung jalan.
Jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku sangat merindukan saat-saat bersamanya. Terlalu banyak kenangan indah yang sulit kulupakan. Nana sudah seperti kafein, pahit tapi berujung candu. Apa yang perempuan itu lalukan, menjadi hal yang tak ingin kulewatkan. Ia seperti hujan, dingin namun mampu membuatku nyaman. Ia bagai parfum, wangi dan memabukkan. Hanya Nana yang ingin kugenggam, ingin kumiliki jiwa dan raganya seutuhnya.