Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Arka memiliki segalanya uang, kekuasaan, jabatan tapi dia tidak memiliki akses terhadap tubuh yang paling dia inginkan saat ini.
Kehadiran Nana di ruangan itu semakin memperburuk suasana. Nana bekerja dalam diam, mengetik dengan cepat, tanpa aura, tanpa daya tarik. Nana hanyalah robot. Arka merindukan "racun" manisnya.
Tok. Tok.
Suara ketukan di pintu kaca membuyarkan lamunan kotor Arka.
Nana berdiri di sana, memegang tablet kerjanya dengan wajah sedikit bingung. Kacamata tebalnya merosot sedikit di hidung.