Penguasa Hati
Seorang perawat mengikat torniket, menepuk-nepuk pelan pembuluh darahnya.
Gadis itu, Tara, melirik ke arahku sekali lagi. Kali ini, mata kami bertemu. Hanya sedetik. Tapi dalam detik yang singkat itu, aku tidak melihat rasa jijik pada wajahku yang penuh darah, atau kengerian pada kondisiku. Aku hanya melihat ... empati. Murni dan tanpa pamrih.
Aku merasakan tusukan kecil di lenganku sendiri, diikuti oleh sensasi hangat yang aneh saat darahnya mulai mengalir masuk ke dalam tubuhku. Kehangatan yang menjanjikan kehidupan.
Bab Populer