Hey, Mama!
"Enggak sayang, enggak! Semua itu namanya takdir. Meskipun papa dan mama bukan orangtua kandung kamu, tapi kami juga menyayangi Rio seperti anak kandung kami sendiri."
Rio meneguk ludahnya kasar. Terlalu banyak kehilangan yang ia rasakan, membuat Rio sedikit enggan untuk membuka hati untuk orang lain. Nyatanya, semua orang yang disayanginya pergi satu persatu darinya.
"Rio, my son! Sejak kamu dalam kandungan Kak Nita, kamu sudah papa anggap sebagai anak kandung papa sendiri, bukan ponakan. Jadi, tidak ada yang akan meninggalkanmu sendirian, kita semua ada di sini untuk kamu." Hanafi menimpali, berharap ucapannya memberi kekuatan pada Rio yang tengah hancur.
Hot Chapters