Aku Dan Ayah Muridku
Kemudian, dia malah tertawa.
“Kamu tahu, nggak?” tanyanya sambil bersandar lagi dan mengambil kaleng bir.
“Waktu kecil dulu, aku punya seorang guru.”
Aku tidak menjawab, hanya menunggunya lanjut bercerita.
“Dia seorang guru perempuan, mengajar bahasa indonesia.”
Dia menatap layar TV, tapi tatapannya kosong.
“Dia sangat cantik, lembut dan baik pada murid-muridnya. Aku sangat menyukainya. Sungguh, aku memujanya seperti seorang dewi.”
Bab Populer