Laki-Laki Misterius
Entah karena perasaan bangga, atau karena perasaan lega sudah berbaikan dengan Nyonya Burhan, tak terasa terlompat dari mulutku, “Bukan itu saja Tante, aku juga sudah berhasil menguak wajah asli laki-laki misterius itu.”
Ekspresi wajah Nyonya Burhan pun membeku untuk beberapa saat. Menatapku dengan bola mata membulat dan mulut terbuka, seakan-akan tak percaya apa yang dia dengar. Melihat ekspresi wajahnya, entah kenapa ada perasaan menyesal terselip dalam hatiku. Aku merasa tak semestinya aku bercerita tentang Harvey padanya.
Buru-buru aku menambahkan, “Tapi ini masih rahasia Tante. Jangan beri tahu orang lain. Pokoknya untuk saat ini cukup hanya kita berdua saja yang tahu.”
Bab Populer