Cinta Si Mantan Sugar Baby
Aku berseru tertahan, "Kita harus berhenti, Naka!"
Sedang permainan bibir masih berlanjut, tak langsung berhenti seperti yang kukatakan. Naka berbisik disela-sela permainan, "Dihitungan ketiga, mari kita berhenti,"
"Satu,"
"Dua,"
"Tiga,"
Permainan masih berlanjut, Naka berbicara dengan suara seraknya, "Kita tidak bisa berhenti, sayang!"
Naka menarik pengaman yang tersimpan di atas nakas di sampingnya, pemuda itu membuka bungkusnya dan mulai menindih tubuhku.
Hot Chapters