Calon Janda
"Nggak apa-apa, Mas, biarpun gaji kecil, tapi berkah, buat persiapan nanti kalo aku udah jadi janda, kan aku udah punya kerjaan, bisa biayai aku sama anakku nanti."
Tawaku seketika berhenti mendengar jawaban Nashwa. Kenapa dia suka sekali membahas perceraian. Padahal aku sendiri belom mau melanjutkan soal itu.
Nashwa lalu beranjak setelah berkasnya dimasukkan ke dalam map warna coklat. Dia lalu bersiap. Merias diri seadanya, lalu melangkah keluar.
Aku hanya mematung dan menatap punggungnya yang kian menjauh. Rasanya ingin sekali melarangnya pergi, tapi bibirku rasanya kelu.
Hot Chapters