TAKDIR CINTA NESSA
ujar bunda Raisa sambil meletakkan nampan di atas meja tamu.
“Terima kasih banyak, Bu Raisa,” sahut Alinka sambil tersenyum, disusul Fajar yang mengangguk sopan. Mereka masing-masing mengambil cangkir teh hangat yang mengepul lembut di udara dingin siang itu.
“Sama-sama, Pak, Bu,” balas bunda Raisa.
Fajar lalu berkata, “Kami izin membawa Nessa ke Jakarta dua hari, Bu. Untuk berdiskusi tentang masa depan kuliahnya.”
Bab Populer