Ranjang Panas Suamiku
tebak Daffa cemas.
Nindi tersenyum tipis. Ia tidak ingin Daffa semakin merasa bersalah. “Nggak kok, Mas. Kamu cuman sedikit kasar di ranjang, tapi itu nggak masalah.”
Daffa langsung memeluk Nindi dan mengecup ujung kepalanya. “Maaf, Sayang. Aku janji hal itu tidak terulang lagi. Dan soal pembantu baru kita, maaf, aku belum sempat berdiskusi denganmu. Karena kupikir, dia tibanya lusa, bukan hari ini.”