Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kepolosanku Direnggut

Kepolosanku Direnggut

Jerigen Nisa hanya punya setengah. "Yaudah, udah selesai. Jadi kita harus otw cepat, udah mau jam 6. Belom bikin sarapan juga." Mereka langsung menuju rumah, dengan pelan-pelan dan tertatih, agar tidak jatuh. Memakan waktu 20menit, apalagi melewati alas. Lumayan susah untuk berjalan. Apalagi ada anjing yang menggogong, badan Nisa getar dan takut, bila anjingnya mengigit. Ia penuh hati-hati agar si hewan tidak terganggu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
AMBISI WANITA SIMPANAN

AMBISI WANITA SIMPANAN

balas Rini penuh emosi. "Oke, mas terima hinaan kamu! Mungkin mas memang Anjing seperti yang kamu maksud! Tapi kamu harus sadari bahwa Anjing jantan pasti akan mendekati Anjing betina! Itu artinya, mas, laki-laki itu, dan kamu, kita semua adalah Anjing! Kita semua adalah brengsek! Kamu bisa mengalami apa yang kamu alami sekarang adalah karena kamu mendekati pria itu bukan tulus karena cinta melainkan karena harta!"
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
Isela: Putri yang Terbuang

Isela: Putri yang Terbuang

Geraman rendah dan hembusan napas panas anjing itu memperparah ketakutan Isela. “Aku datang untuk bicara denganmu, bukan untuk mati,” bisik Isela nyaris putus asa, “singkirkan anjingmu, aku mohon.” “Tidak mau,” tolak Jach menikmati ketakutan gadis dihadapannya seperti seekor kelinci yang terpojokkan. “Dia tidak akan menggigit kan?” tanya Isela lagi dengan napas tersengal. Jach menggeleng. “Hanya mengoyak.”
1060.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

Orang bahkan mungkin berpikir seseorang diperkosa hanya dari suara ini! “Anjing sialan, kamu sungguh membuatku terlihat buruk, yah! Kamu berpura-pura menjadi hantu dan membuatku takut, ya? Kamu ini baru saja membuatku nafsu untuk makan daging anjing!” Javier menggeram mengancam, mengulurkan tangannya ke depan. Reaksi anjing? ia mulai gelisah dengan bunga merah muda kecil di kepalanya dengan cakar kecilnya.
9498.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.4K kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Ia tahan sang ibu agar tidak terjadi kontak fisik. “Udah, Mah. Ngapain sih Mamah (mamah = mama, ditambahkan “h” sebagai penegasan aksen sapaan/ kata ganti) teh marah-marah segala?! Biarin aja Bi Kesih mau ngomong apa juga tentang kita.” Santi mencoba meredam emosi sang ibu. “Ini teh gara-gara kamu, Neng.” Lilis justru berbalik mencaci Santi. “Coba kamu mau berangkat ke luar negeri, nggak akan si Kesih teh berani ngomong gitu ke kita.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

Seorang cewek maju mendekati Nana. “Maksud kamu apa? Aku malah mau nganter ini ke sekre.” “Gitar sama sound nya lo rusakin makanya lo kembaliin ke sini ha?” Kali ini seorang cowok maju dan merebut semua yang dia sebut tadi dari Nana. “Kenapa kalian kasar sekali? Aku cuma mau nganter ini, nggak ada yang rusak.” “Halah ngeles aja lo.” Seseorang mendorong Nana hingga gadis itu terjatuh.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
CHAT NAKAL ISTRIKU

CHAT NAKAL ISTRIKU

Dia menunduk. Untuk sejenak, Arsya terpukau. “A--apa yang terjadi, kamu baik-baik saja?“ tanya Arsya memastikan. Dia meneguk ludah melihat pemandangan indah di depan mata. Dimana Annisa memakai pakaian tipis mengundang hasrat. Annisa mengangguk, “Aku baik-baik saja, tadi ada cicak kecil jatuh ke pangkuanku. Namun dia sudah pergi entah kemana? Maaf, sudah mengganggu aktifitas malammu.”
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
Nisan Retak

Nisan Retak

"Apa yang bapak maksud?" “Terlalu banyak yang hilang, Nak. Keluargamu mungkin tidak sebersih yang kalian bayangkan. Dan batu nisan itu...” pria tua itu menunjuk dengan jarinya ke arah nisan retak, “itu adalah tanda dari sebuah janji yang tak terpenuhi. Sesuatu yang lebih besar daripada yang kalian tahu.” Amira merasa tubuhnya kaku, seolah baru saja diterjang badai. “Janji yang tak terpenuhi? Apa yang Bapak maksud?”
984 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
Kekasihku Ternyata Impoten

Kekasihku Ternyata Impoten

Prasti terus tersenyum sambil berbisik “Terbukti nih, Bang Reynal bukan impoten” Naldi kurang nyaman, lalu mengalihkan perhatian Prasti. “Udah-udah, kita jalan melihat kijang, tuh..tuh.. kijang lagi main” ajak Naldi yang sedikit gelisah setelah melihat zebra kawin.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai najis anjing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status