Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dari Asisten Dinikahi Bos Keren

Dari Asisten Dinikahi Bos Keren

“Tidak. Aku bukan anak yang cengeng.” “Kata siapa kalau nangis itu anak yang cengeng? Saya sering menangis ketika sedih, ketika ingat dengan anak saya yang sudah tiada, ketika ayahnya anak saya meninggalkan kami. Tidak papa kita menangis. Kalau tidak, akan terasa sakit disini.” Nisa menyentuh dadanya. Barulah anak itu mau duduk di lantai, bersandar dinding di seberang pegangan tangga. “Mbak Nisa punya anak?”
102.4K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as nanti nangis
Read
+Library
Ketika Suami Mulai Bosan

Ketika Suami Mulai Bosan

Suara, tawa dan tangisnya semua itu kenapa begitu menggemaskan. “Tuh kan Abang jahat, istri lagi sedih malah senyum-senyum,” ucap Nisa yang masih saja menangis di trotoar, untung posisinya membelakangi jalan jadi tak ada yang tahu kalau di sini ada wanita yang sedang menangis. “Maaf sayang, Maafin Abang ya,” kudekatkan wajahku agar bisa melihat wajah Nisa yang menunduk, baru saja ingin kuletakkan tanganku di pundaknya Nisa langsung bersuara.
1040.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as nanti nangis
Read
+Library
Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku

ujar Ana yang berusaha menguatkan Reni. "Ck, udah capek gue nangis, Na. Dan sekarang gue udah nggak mau menangisi laki-laki macam Mas Candra lagi. Enak saja gue harus terpuruk, sedangkan mereka berdua malah bersenang-senang diatas penderitaan gue, tidak bisa begitu ferguso."
109.8K viewsOngoingAdded to Library 314 Times as nanti nangis
Read
+Library
Musuh Tapi Menikah

Musuh Tapi Menikah

Membuat Gara kebingungan dan dia pun berusaha menenangkan Naira yang mulai terisak. “Sayang, hei kamu kenapa kok nangis sih?" Tanya Gara. Dengan raut wajah kebingungan. “Badanku lemas, Kak. Terus perutku mual, sakit banget.” Naira berkata. Sambil mencengkram kaus Gara dan terisak di dada pria itu. Ketakutan Gara sudah terjadi bahkan sebelum waktunya. Naira yang begitu emosional dan akhirnya seperti ini. Gara pun rasanya tidak kuat jika harus melihat Ragini kesakitan seperti itu.
1030.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as nanti nangis
Read
+Library
Belaian Hangat Om Bastian

Belaian Hangat Om Bastian

“Maafin aku, Nai. Aku janji, nggak akan pernah ninggalin kamu lagi. Aku akan selalu ada di sisimu. Aku nggak akan pernah bikin kamu marah atau kecewa lagi. Kita akan lewati semuanya bareng-bareng, sampai kapan pun.” Naira menangis lebih keras, tapi kali ini bukan karena kesedihan, melainkan rasa haru dan bahagia yang meluap-luap. Bastian mengusap-usap punggungnya dengan lembut, menenangkannya. “Naira, sayangku… berhenti nangis, yah. Anak kita bisa sedih kalau ibunya nangis terus.”
107.0K viewsCompletedAdded to Library 174 Times as nanti nangis
Read
+Library
Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf

Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf

Pada tahun keenam setelah adik laki-laki dan tunanganku meninggal, aku juga memilih sebuah makam untuk diriku sendiri. Sebelum pergi berziarah ke makam mereka untuk terakhir kalinya, ibu tiba-tiba berkata, "Alex, tahun ini nggak usah pergi. Sebenarnya mereka nggak mati." Aku terpaku. Tepat saat itu, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari kamar adikku. Kenzo Ganendra menyunggingkan senyum sambil menggoda orang di sampingnya. "Aku menang taruhan. Sudah kubilang, kakak nggak bakal pernah sadar." "Kelak siapa yang di atas? Hm? Mila?" Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, perempuan yang dulu bahkan akan menangis setiap kali melihatku diperlakukan sedikit tidak adil itu, kini menatapku denga
1.1K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as nanti nangis
Read
+Library
BERLIAN YANG DICAMPAKKAN

BERLIAN YANG DICAMPAKKAN

Lagipula, siapa yang tahu kalau Kalingga akan datang ke sini? "Apaan sih? Siapa juga yang nangis? Nggak usah ke-GR-an!" Luna melengos sambil melipat tangan di depan dada. Malu karena ketahuan. "Tapi tadi aku dengar sendiri waktu kamu nangis sambil bilang kangen sama aku. Bahkan kamu langsung minta bobok bareng....aduh!" "Pergi! Pergi dari sini sebelum aku patahkan tulang-tulang kamu!" perintah Nathan dengan wajah geram bukan main.
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 453 Times as nanti nangis
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

“Nanti main lagi ya…” Jeena menahan isak. Tak ada kata yang bisa menjelaskan hancurnya hati seorang anak yang tak mengerti konsep kehilangan.
1036.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as nanti nangis
Read
+Library
Suamiku Pengangguran Akut

Suamiku Pengangguran Akut

ucap Nani. Matanya menatap lekat ke arah Farida yang sudah meneteskan air matanya di depan Nani. Perlahan Nani pun menyapu air mata itu agar tak membasahi pipi Farida. "Jangan menangis, Nak. Ibu baik-baik saja, kok. Ibu senang bisa melakukan ini semua. Jangan menangis lagi, ya," ucap Nani sembari mengusap air mata Farida.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as nanti nangis
Read
+Library
Om-Om Pilihan Papa

Om-Om Pilihan Papa

"Saya yang harus nanya, kamu ngapain? Kamu nangis?" Aku menyembunyikan wajah dari Om Bian, tak ingin terlihat lemah di depan lelaki itu. Kalau aku nampak lemah, Om Bian pasti akan semakin menindasku. "Enggaklah anjir. Gue cuma frustasi." "Kamu nangis, Nala!" "Enggak, Bian Tua Bangka! Gue enggak nangis. Mana mungkin juga!"
2.3K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as nanti nangis
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status