Istri Gelap Tuan Arrogant
Puas sekali membayangkannya saja, lebih-lebih lagi jika ditunaikan dengan hati yang damai.
Tentu rasanya lebih indah dari segalanya.
"Iya, terus?" Tanya Nada.
"Sudah menikah, artinya ada malam pertama," jelas Tama.
Nada pun terdiam sejenak, kemudian melihat Tama yang menggerakkan kedua alisnya pada Nada.
"Mas, ke kamar mandi dulu. Setelah itu kita akan melakukan ritual malam pertama!"
Otak Nada memang agak lambat, Tama sadar itu dan bisa menerima kekurangan istri dengan hati yang besar.