Target Cinta sang Pewaris
Rosa membulatkan matanya, sedetik kemudian berubah sendu, “Terima kasih karena telah mau bertanggung jawab Kak, walaupun aku harus melepas impianku untuk masuk kuliah.”
“Anakku yang malang,” ucap Ningsih terlihat sedih, berbeda dengan hatinya yang riang gembira.
“Baguslah, kuharap kamu nggak berbohong. Karena Rosa masih sekolah, lebih baik kalian melakukan pertunangan saja,” ucap Firman dengan tegas.
Semuanya mengangguk setuju, berbeda dengan Ryan dan Ardila yang hanya diam. Ketika mereka semua kembali ke kamar, Ardila menatap ke arah Ryan dengan ragu.
Bab Populer