Eksistensi Putra Guntur
Wanita tua itu lantas tersenyum ramah kepada mereka, membuat Panca dan lainnya tak ragu menyodorkan salam tangan hormat.
"Apa kau yang bernama Panca Sena?" Wanita itu menatap Wira.
Para penghuni goa tampak berbisik-bisik. Sementara api besar yang ada di tengah-tengah tenda, di belakang mereka, masih menyala terang, asyik bergoyang dimainkan angin tenang.
Mendengar itu, Wira pun spontan agak mendelik, lalu menggeleng. "Bukan. Aku Wira. Panca yang dimaksud adalah orang ini."
인기 회차