Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mémoire

Mémoire

Hari ini adalah percobaan kedua dengan jarak tempuh yang ditingkatkan dari percobaan pertama yang menembus angka 15 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40/h, Liam menatap titik merah yang bergerak sedikit lambat berhenti beberapa saat lalu kembali berjalan dengan lancar. Liam menyapu pandangan kesemua anggotanya yang menunggu, Liam menatap Séanne dengan lekat lalu menganggukkan kepalanya. Séanne bangkit mengangkat ponselnya untuk menelepon anak buah yang akan memberi makan Collin, Séanne tersenyum puas lalu kembali duduk.
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 84 Beses bilang nearer
Read
+Library
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Dan sekali lagi… Ada firasat aneh yang muncul di dalam hatinya. Firasat yang sulit dijelaskan. Seolah sesuatu di dalam dirinya terus berbisik. Jangan terlalu dekat dengannya. Nasha tidak mengatakan apa pun. Namun ia tanpa sadar melangkah sedikit lebih dekat ke arah Nathan. Nathan menyadari itu. Namun ia tidak bertanya. Angin laut kembali berembus melewati pulau. Hari di Pulau Alcatraz terlihat tenang.
104.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 165 Beses bilang nearer
Read
+Library
Mate

Mate

ujar Mama tiba-tiba. Mama, dia teman dekat Ibu, karena sudah sangat dekat, aku pun memanggilnya dengan panggilan Mama. Memang Mama punya kelebihan, sixth sense. Tapi, aku tidak terlalu kepo untuk bertanya-tanya tentang masa depan dan sejenisnya.
103.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 152 Beses bilang nearer
Read
+Library
Nayla

Nayla

"Aku lupa," ucap Raka bohong, kemudian maju kembali ke dekat Nayla. Okay perkataan tadi membuat wajah Nayla merah dan kesal, sekarang Raka sudah ada di dekatnya. Terlalu dekat. "Dimana?" Tatapan Raka membuatnya seperti robot. Nayla menaikan rambut dengan tangannya ke atas terlihat leher panjang Nayla, kupingnya terlihat memerah.
9.420.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 642 Beses bilang nearer
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Langit senja memperlihatkan kelip bintang di kejauhan, juga lamat-lamat terdengar suara orang mengaji di masjid dan musala sekitar. Wanita itu menghirup napas dalam, mencoba mengatur segala emosi di dada, lalu melangkah mendekati pintu. Satu kali, dua kali, hingga ketukan ketiga, pintu tak kunjung terbuka. Asih tak beranjak, masih berdiri di sana dan kembali mengetuknya hingga langkah kaki terdengar mendekat.
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang nearer
Read
+Library
Dia

Dia

Lea jadi bingung, ini orang ngomong sama siapa sebenarnya? Tangan Lea yang hendak kembali melayangkan pukulan terhenti di udara, "Ha?" "Rumah," ulang Argan. "Oh, Apartemen Griya Indah. Itu sebenarnya-- E-eh, EH! ARGAN SINTING!!! AAAARRRGGHHHH!!!" teriak Lea begitu Argan langsung menancap gas saat lampu berubah hijau.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang nearer
Read
+Library
Sadena

Sadena

Marsha sampai kebingungan karena tubuh mereka sangat mepet. "Nah begini kan enak," cengir Sadava. Kira-kira jarak mereka hanya beberapa senti saja. Kepala Marsha sejajar dengan dadanya. "Dava sesak ih," cicit Marsha, pipinya memerah ketika Sadava bergerak ke bawah hingga kepala mereka sejajar. Alhasil, Marsha dapat dengan jelas menatap kedua bola mata coklat milik laki-laki tampan itu.
1011.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 442 Beses bilang nearer
Read
+Library
Difficult

Difficult

Tania memberikan peringatan dengan tatapan tajamnya pada Leo “Mami mau lihat Rey aja daripada disini sama kalian berdua.” Leo dan Fransiska menatap satu sama lain selama sang mami berbicara, melalui tatapan mereka saling berbicara dengan senyum yang tidak lepas dari bibir. Menatap kepergian sang mami yang menjauh dari tempat mereka dengan tatapan yang tidak pernah lepas, suara tawa terdengar saat sang mami tidak terlihat dari pandangan mereka. Leo berdiri dengan duduk disamping Fransiska, menariknya agar mereka bisa menjadi lebih dekat, membuat wajah mereka tampak dekat dan Leo bisa melihat rona merah di pipinya dan membelai pipi Fransiska perlahan, mendekatkan wajahnya membuat bibir mereka
6.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 169 Beses bilang nearer
Read
+Library
Memories

Memories

“Sshh. Diamlah.” Jarinya tiba tiba berada di depan bibirku yang membuatku berhenti bicara. Wajah Derald yang terlalu dekat ditambah suaranya yang berbisik membuat nafasnya bisa kurasakan dengan jelas, aku tidak bisa menolong diriku sendiri selain mengangguk. Aku bisa merasakan suhu tubuhku semakin meningkat.
9.74.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 114 Beses bilang nearer
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status